PLN Salurkan Alat Tenun untuk Kelompok Perempuan di Desa Wisata Sumba Timur

  • Whatsapp
Bantuan Alat Tenun dari PT PLN/Foto: PLN

Dengan Semangat Hari Kebangkitan Nasional menjadi momentum PLN dukung pemberdayaan Perempuan

Sumba Timur – PT PLN (Persero) berkomitmen untuk terus mendorong Pemberdayaan Perempuan, seperti diketahui perempuan tidak hanya berperan sebagai subjek yang mendorong suksesnya pembangunan nasional, melainkan juga objek yang harus diberdayakan dan dilindungi hak-haknya.

Read More


PLN dalam program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) melalui PLN Peduli menyerahkan bantuan bagi kelompok perempuan penenun di Desa Mondu dan Desa Wairinding yang merupakan dua desa wisata di Kabupaten Sumba Timur.

Bantuan ini berupa peralatan tenun, bahan tenun, hingga perlengkapan menenun. Hal ini sejalan dengan amanat Presiden Joko Widodo yakni “peningkatan pemberdayaan perempuan dalam kewirausahaan yang berperspektif gender”.

Penerima manfaat bantuan, Mama cory selaku Kelompok tenun ikat “anda monung” yang artinya jalan harapan mengucapkan ras terima kasih kepada PLN Peduli yang telah memberikan bantuan peralatan lengkap dengan bahan tenun.

“Kami terharu dan bangga. ini adalah warisan nenek moyang untuk membuat dan mempelajari kain tenun dulunya kami per orangan dan sebulan bisa menghasilkan 3 lembar karena keterbatasan peralatan dan bahan. dengan adanya peralatan tambahan sebulan bisa 9 lembar.jadi penghasilan kami naik berkali lipat ” katanya.

Baca Juga :  'PLN Goes to MilenialZ' Kenalkan PLN Mobile ke Duta Wisata Sumba Timur

Senada dengan itu, Mama Rambu kahuatu tamar dari kelompok “lataluri: yang artinya “dasar hidup” rasanya senang dan bangga bisa membantu perekonomian kami sesuai dengan nama kelompok dimana aktivitas ini merupakan nafkah dalam kehidupan sehari-hari.

Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Sumba Timur, Ida Bagus Putu Punia dalam sambutannya menyampaikan, “Berbicara tentang Pariwisata, maka mata dan rasa menjadi indera utama yang berperan dalam hal ini. Mondu dan Wairinding adalah dua desa wisata budaya di Kabupaten Sumba Timur, hingga saat ini dua desa ini sedang memantaskan diri menjadi desa wisata. Kami berharap dalam hal menenun desa ini tetap mempertahankan warisan luhur budaya tanpa terpengaruh modernisasi dari tempat lain. Harapan besar kami akan CSR PLN terus hadir dalam masyarakat dalam membangun dan berdampak bagi masyarakat disini.” ungkapnya

Kepala Desa Mondu melalui sekretaris Desa, Bapak Matius Marambi Nggiku dalam sambutannya menyampaikan “Pada umumnya keseharian ibu-ibu desa ini adalah menenenun, kami sangat berterima kasih akan bantuan dari PLN melalui PLN Peduli ini”. tuturnya

Hasil kolaborasi PLN bersama Stakeholder yakni Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Sumba Timur ini memfasilistasi berupa pemberian perlengkapan tenun sebanyak delapan unit, bahan tenun berupa beberapa jenis benang, pewarna alam, dan perlengkapan tenun.

“Pasca Pandemi Covid-19 kami melihat bahwa perempuan penenun di Pulau Sumba banyak sekali yang terdampak dan juga sulit untuk bangkit kembali, Dengan Semangat Hari Kebangkitan Nasional ini membawa PLN berupaya merangsang kembali sektor ekonomi kebudayaan melalui Ibu-ibu penenun. Kami harapkan bantuan yg disampaikan ini langsung bisa digunakan dan dapat kembali membantu menopang ekonomi keluarga pada masa pemulihan ekonomi ini.” tutur Blasius Gani selaku Manager PT PLN UP3 Sumba.

Baca Juga :  Program Green Lifestyle PLN untuk Layanan REC dan Tambah Daya Diperpanjang hingga 31 Juli

Desa Mondu dan Desa Pambotandjara yang kini merupakan Garda terdepan desa pariwisata Kabupaten Sumba Timur, selain pada keindahan bukit dan air terjun sektor tenun ini masih menjadi andalan masyarakat maupun pemerintah dalam menggaet penghasilan asli daerah. Pemberdayaan perempuan penenun salah satu langkah strategis daerah. Sesuai Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2020-2024. Diantaranya 5 arahan prioritas Presiden terkait pemberdayaan perempuan adalah peningkatan pemberdayaan perempuan dalam kewirausahaan.

Pemberian bantuan ini pun tak hanya terbatas pada perempuan penenun. Melihat minimnya gerakan generasi penerus dalam membentuk budaya nenenun, PLN berkolaborasi bersama SMA Negeri 1 Kambera dan SMA Negeri 3 Waingapu menyalurkan seperangkat alat tenun bagi sekolah. Diharapkan dengan adanya bantuan ini generasi penerus dapat melanjutkan estafet menenun di era modern ini.

Turut hadir dalam kegiatan ini Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Sumba Timur, Kabid Kebudayaan, Sekretaris desa dan perangkat desa Mondu Sumba Timur, Manager PLN UP3 Sumba, Manager Sub Bidang Komunikasi PLN UIW NTT. (*/pln)

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *