PLN Peduli: Olah Produk Batako Berbasis FABA di Kabupaten Ende

  • Whatsapp
Foto:PT PLN

Ende – Pemanfaatan FABA (Fly Ash and Bottom Ash) Mendorong Sirkuler Ekonomi, Mendukung Pencapaian Target-target TPB (Tujuan Pembangunan Berkelanjutan)

Agustinus Jatmiko selaku General Manager PT PLN (Persero) Unit Induk Wilayah NTT menyampaikan kehadiran PLN melalui pemberdayaan masyarakat dengan memanfaatkan FABA memproduksi material konstruksi merupakan salah satu solusi untuk membantu Pemerintah mencapai target-target Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (TPB), sehingga kehidupan masyarakat menjadi lebih baik, terangnya.

Ditambahka Jatmiko, produk batako berbasis FABA menghemat penggunaan material konvensional seperti pasir dan semen. Kehadiran PLN di masyarakat melalui KSM (Kelompok Swadaya Masyarakat) Anamamo Sedagadi merupakan salah satu bentuk sinergi yang menciptakan lapangan kerja, dan dari tenaga kerja yang ada diharapkan meningkat perekonomiannya.

Baca Juga :  ESDM Harus Mengubah Kebijakan Energi yang Tidak Rasional

Selanjutnya bila UMKM dibangun dibanyak tempat di Kabupaten Ende, maka dapat menyelesaikan salah satu isu yaitu menciptakan lapangan kerja bagi masyarakat. Sesuai misi pemerintah, membangun dari daerah pinggir, daerah 3T (Terdepan, Terluar, Tertinggal), dan kehadiran PLN di tengah masyarakat melalui UMKM yang ada mewujudkan kemandirian masyarakat dan menggerakan ekonomi di daerah khususnya di Kabupaten Ende, semua ini demi Indonesia maju, tutur Jatmiko.

Piet Heronimus Djata, selaku Pembina KSM (Kelompok Swadaya Masyarakat) Anamamo Sedagadi menyampaikan KSM ini merupakan UMKM produksi batako berbasis FABA. Tenaga kerja yang bergabung 10 orang berasal dari Desa Nanganesa lokasi kami memproduksi batako, sehingga mereka dapat membiayai biaya pendidikan maupun membantu keluarganya.

Baca Juga :  Peluang Manusia Temukan Alien Sangat Kecil

“Dengan menggunakan FABA, maka biaya produksi menurun 60-70% penggunaan pasir dan semen, ucapnya.

lanjut Piet, kehadiran PLN sangat membantu kami, dan kami berharap kemitraan ini berkelanjutan dengan tetap mengarahkan, mendampingi, membimbing kami untuk benar-benar mencapai kemandirian sehingga semua tenaga kerja mendapatkan kehidupan yang lebih layak baik secara pribadi maupun bersama keluarga,” kata Piet. (pln)

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *