PLN Peduli Berikan Bantuan untuk UMKM ‘Keripik Bunga’

  • Whatsapp
Foto: PT PLN

Maumere – PLN UIP Nusa Tenggara melalui Unit Pelaksana Proyek Flores, menyalurkan bantuan pengentasan kemiskinan berupa bantuan pengembangan UMKM kepada kelompok UMKM Keripik Bunga yang berlokasi di Pelibaler, Desa Kloangpopot, Kabupaten Sikka.

Kelompok yang memproduksi keripik pisang dengan nama produk Bunga Desa ini mendapatkan bantuan peralatan penunjang produksi untuk meningkatkan kapasitas produksinya yang diserahkan secara simbolis pada Rabu (15/07/20).

Read More

Berkaitan dengan kegiatan tersebut, PLN UPP Flores melalui Manager Bagian Pertanahan, Karuniawan Wiraguna menjelaskan bahwa pelaksanaan program CSR tersebut merupakan wujud kepedulian PLN sebagai salah satu entitas BUMN dalam peran mendorong pembangunan ekonomi masyarakat.

Baca Juga :  LPM Liliba Sudah Gulirkan Rp2.3 Miliar untuk UMKM

“Bantuan untuk kelompok keripik bunga desa kali ini, kami fokuskan untuk peningkatan produksi, harapanya kedepan, dengan peningkatan kapasitas produksi maka tentunya perkembangan UMKM akan makin banyak melibatkan masyarakat, dan roda ekonomi masyarakat akan bergerak semakin baik,” ujar Wiraguna.

Ia juga berharap agar para mama – mama yang tergabung dalam kelompok usaha tersebut untuk tetap semangat dan tidak menyerah.

“Semoga usaha keripik bunga desa ini semakin berkembang, dan tentunya, pada masa pandemik Covid-19 ini, tetap jaga kesehatan dan tetap jaga kualitas produk,” tambah Wiraguna.

Dokter Eky Gonang selaku ketua pengurus usaha Keripik Bunga menuturkan bahwa bantuan yang diberikan oleh PLN ini merupakan wujud nyata perhatian PLN bagi pengembangan UMKM di pelosok negeri.

“bantuan ini sangat bermanfaat bagi kami, ini merupakan sebuah pendorong bagi kamu untuk mengembangkan diri kedepan”ungkapnya.

Baca Juga :  85,68% Penyaluran Pinjaman Fintech P2P Lending Terpusat di Jawa

Wakil pengurus Keripik Bunga, Yuventa Gulo juga bertrimakasih kepada PLN atas bantuan yang diberikan kepada kelompok mereka yang rata – rata beranggotakan kaum ibu.

Ia mengatakan bahwa selama ini proses pengolahan Keripik Bunga dilakukan secara manual dengan menggunakan peralatan sederhana, dengan menggunakan tungku dan juga kayu bakar. Peralatan yang sederhana tersebut tentunya menghambat kemampuan produksi keripik dalam jumlah yang banyak apabila menerima pesenan yang signifikan.

“Kami sangat berterimakasih atas bantuan PLN, sebab dengan bantuan ini kami dapat mengembangkan usaha kami dan juga peralatan yang kami gunakan, sehingga produksi keripk kami semakin meningkat. Program bantuan PLN ini sangat bagus dan kami sangat senang, harapan kami kedepan PLN tetap menaruh perhatian dalam proses pengembangan usaha kedepanya,” tutup Yuventa. (pln)

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *