PLN NTT Mulai Instal Mesin Pembangkit, Durasi Pemadaman Berkurang

  • Whatsapp
Deretan Kontainer berisi mesin sewa PLN NTT di kompleks PLTU Bolok/Foto: Humas PLN NTT/Paul Bolla

Kupang–Mesin pembangkit listrik berkapasitas 9 Megawatt (Mw) yang disewa PT PLN Wilayah Nusa Tenggara Timur (NTT) mulai diinstal untuk dihubungkan ke jaringan PLN.

General Manager PLN NTT Richard Safkaur mengatakan petugas tengah menginstalasi pipa-pipa bahan bakar dan menarik kabel yang akan menghungkan satu mesin dengan mesin lainnya.  Setelah pekerjaan penginstalan rampung, barulah dihubungkan ke jaringan PLN.

Read More

“Kami minta pihak pemilik mesin mengoperasikan mesin baru lebih cepat secara parsial,” kata Richard lewat siaran pers yang diterima lintasntt.com di Kupang, Senin (15/2).

Baca Juga :  32 Warga NTT Terima Sertifikat Tanah Gratis dari Menteri Agraria

Sesuai kontrak, mesin baru tersebut baru akan dioperasikan pada 23 Februari, Namun kondisi defisit daya listrik saat ini, PLN minta jadwal operasi mesin dipercepat.

Mesin sewa tersebut dikemas dalam 35 kontainer, diturunkan dari kapal sejak Sabtu (13/2) dini hari. Sebanyak 32 kontainer ditempatkan di pusat listrik dalam kawasan PLTU Bolok, dan tiga kontainer lainnya ditempatkan di
PLTD Tenau.

Richard mengatakan tiga atau empat unit mesin yang selesai diinstalasi terhubung ke satu trafo, bisa beroperasi, sehingga langsung bisa memperkuat Sistem Kupang yang saat ini sedang mengalami defisit besar.

“Pekerjaan sistem parsial ini adalah bentuk percepatan pengurangan jumlah area yang padam. Selain itu, daerah yang masih padam, durasi padamnya akan menjadi lebih singkat,” kata Richard yang tahun ini telah bertugas empat tahun di PLN Wilayah NTT.

Baca Juga :  Johanis Asadoma naik Pangkat jadi Brigadir Jenderal

Dia mengatakan setelah semua unit mesin tambahan beroperasi ditambah mesin eksisting selesai dipelihara, maka daya mampu bertambah sehingga cukup untuk memenuhi kebutuhan Sistem Kupang.

Saat ini total mesin sewa PLN NTT sebesar 17 megawatt (Mw) dari PLN Pusat. Sebanyak 8 Mw di antaranya sudah beroperasi sejak pertengahan Desember 2015. (gma)

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *