PLN Latih 6 Pengrajin Genteng asal NTT di Mojokerto

  • Whatsapp
Foto: PT PLN

Kupang – PT PLN (Persero) Unit Induk Pembangunan Nusa Tenggara memberikan Program Corporate Social Responsibility (CSR) pemberdayaan masyarakat Ring 1 Pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTP) Mataloko 2×10 MW berupa pelatihan cetak genteng, batako dan alat produksi.

Pelatihan diadakan di Mojosari, Kabupaten Mojokerto, Jawa Timur diikuti 6 orang dari NTT, terdiri dari 2 orang dari Desa Ulubelu, 2 orang dari Desa Ratogesa, 1 orang dari Desa Tiwotoda, dan 1 orang dari Kelurahan Todabelu.

Turut serta dua orang perwakilan dari Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Ngada untuk mendampingi para peserta saat melakukan studi di Mojosari.

Zaky Adikta, PLH Senior Manager Perizinan Pertanahan dan Komunikasi mengungkapkan bahwa PLN berkomitmen untuk melakukan pemberdayaan di lokasi ring 1 pembangkit, “Dengan pola pemberdayaan seperti para pengrajin batako yang ada di Kabupaten Ngada dapat memproduksi batako dengan kualitas yang lebih baik dan dapat memanfaatkan peralatan yang sudah kami berikan untuk mempercepat proses produksi”, ujar Zaky

Baca Juga :  Pasien dari Nagekeo Negatif Korona

“Kami berkomitmen akan terus memberikan program CSR yang berkelanjutan, khusunya untuk Daerah mataloko selain melanjutkan program pelatihan cetak genteng, kami akan mengembangkan potensi sumber daya yang ada seperti pengolahan bambu yang sudah kami rencanakan tahun depan,” pungkas Zaky.

Antonius Fono Dopo Sekretaris Desperindag Ngada yang juga ikut mendampingi peserta di mojosari mengapresiasi langkah PLN dalam melakukan pembinaan cetak genteng dan batako kepada masyarakat. Menurutnya pelatihan yang dilakukan tepat sasaran karena dilatih mulai proses awal sampai akhir sehingga skill peserta benar benar terasah.

“Terima kasih kepada PLN atas tanggung jawab sosial yang direalisasikan terhadap masyarakat, kami dari pemerintah daerah sangat mendukung pemberdayaan ini, semoga kedepanya tetap berjalan dan berkelanjutan”, ujar antonius

Baca Juga :  Wajib Berbahasa Inggris di NTT Setiap Rabu

Senada dengan antonuis, Maximus Lanang salah satu peserta pelatihan dari Kelurahan Todabelu mengatakan bahwa sebenarnya potensi tanah liat di kabupaten ngada sangatlah besar, tapi memang belum diperhatikan.
“Semoga melalui kegiatan awal ini, dapat dikembangkan bersama – sama kedepan, dan menjadi potensi yang menghasilkan untuk masyarakat” ujar Maximus.

Saat ini pembangunan PLTP Mataloko 2×10 MW masih pada tahap pra konstruksi. Ke depanya keberadaan PLTP Mataloko ini akan mendukung Inisiatif Dekarbonisasi Menuju Green Economy PT PLN (Persero). (pln)

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *