PLN Bantu Mesin Pengolahan Kelor Listrik untuk Petani di TTU

  • Whatsapp
Foto: PLN

Kupang – Nikodemus Kono Noel, 57, asal Desa Tuabatan, Kecamatan Miomaffo Tengah, Timor Tengah Utara, NTT, merupakan petani kelor di desa tersebut.

Nikodemus menanam kelor sejak 2011 setelah tahu manfaat kelor yang luar biasa untuk kesehatan termasuk untuk ibu hamil. Karena itu, selain menanam padi dan jagung, ia juga menanam kelor. “Apalagi bagi istri saya sewaktu hamil dan mau melahirkan menjadi lancar karena kelor kaya akan nutrisi untuk ibu hamil,” ujarnya.

Read More


Saat panen kelor, ayah dari 4 anak ini menjual kelor ke pasar mulai dari harga Rp3.000 dan Rp4.000 per kumpul. Bahkan pernah menyentuh Rp27.000 per kumpul.

“Hari ini kami kelompok tani mendapat paket lengkap dari PLN Peduli berupa bantuan mesin-mesin pengolahan kelor yang menggunakan listrik sehingga kelor bisa diolah serbuk halus yang dijual seharga Rp50 ribu sampai Rp100 ribu per kilogram,” ucap Niko.

“Kelor NTT ajaib bagi saya dan kelompok tani rasakan karena juga membuka lembaran baru bagi perekonomian dan kesejahteraan bagi masyarakat walaupun daun kelor tidak selebar dunia tapi jadi makanan dunia,” tambah Niko di sela-sela acara pemberian bantuan mesin pengolah kelor listrik.

Niko salah seorang penerima manfaat PLN Peduli, perwakilan kelompok Tuabatan di Desa Tuabatan berterimakasih atas perhatian dan juga kerja sama PLN UIW NTT dalam upayanya mendorong kegitan UMKM dan pengelolaan mutiara hijau yang sangat berharga bagi kami mastarakat NTT.

“Hari ini adalah hari kebahagiaan kami yang pertama, mari kita buka lembaran baru khususnya untuk Desa Tubatan walaupun berawal dari 2011, kami mulai musim tanam kelor dengan banyak kendala, namun kita harus bekerja keras dan bekerja cerdas karena hari ini kami diberikan paket lengkap mesin pengelolaan daun kelor. Sungguh sangat bahagia kami menerimanya, ini semua untuk menggugah kembali usaha ini. Potensi di desa ini ada 15 hektare, 150 ribu pohon yang sangat menarik untuk dikembangkan,” ujar Niko.

Baca Juga :  Tingkat Hunian Hotel di NTT Capai 64,46%

Dukung UMKM Mutiara Hijau dari NTT, PLN salurkan bantuan senilai 250 Juta bagi 4 Kelompok Tani di Pulau Timor

PT PLN Persero Unit Induk Wilayah (UIW) Nusa Tenggara Timur salurkan Bantuan Program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) Bantuan Peralatan Pengolahan Kelor dengan Pemanfaatan Energi Listrik sebesar Rp250 juta secara simbolis diberikan kepada perwakilan penerima manfaat Kelompok Tuabatan di Desa Tuabatan, Kecamatan Miomafo Tengah, Kabupaten Timor Tengah Utara, berupa Mesin Peniris, Mesin Pengering, Mesin Penepung, Mesin Sealer. Selasa (14/6/2022).

Bantuan dari PLN Peduli tersebut secara simbolis diserahkan oleh General Manager PLN UIW NTT, Agustinus Jatmiko yang didampingi Senior Manager Keuangan, Komunikasi dan Umum (KKU), Harfry Jack dan Manager UP3 Kupang Meyrina Turambi dan Manager PLN ULP Kefamenanu I Ketut Arthayasa kepada penerima manfaat atas nama Niko dari Desa Tuabatan, Kecamatan Miomaffo Tengah, disaksikan langsung oleh perwakilan dari Pemerintah Daerah Kabupaten TTU Asisten 1, Drs Joseph Kuabib dan beberapa kepala OPD terkait, Camat Miomaffo tengah, Thibertius Fr Rubu, S.Sos dan Penjabat Desa Tuabatan, Abrahaam Kobo Bana.

“Atas nama pemerintah Kabupaten TTU mengucapkan terima kasih kepada PLN NTT karena sudah memberikan perhatian kepada masyarakat di Desa Tuabatan terutama kelompok ini, semoga menjadi penyemangat masyarakat disini dalam mengelola tanaman kelor. Manfaatnya kelor sangat luar biasa dan bentuk pemanfaatan energi listrik untuk memudahkan produksi serta upaya pemberian branding dalam produk UMKM.”katanya

Lanjut Josep, “Saya rasa hal ini akan meningkatkan produktifitas pengelolaan daun kelor kita, disamping produksi meningkat juga memberikan kemudahan dalam memasarkan produk dengan branding kelor yang baik bagi masyarakat kita, bukti nyata PLN mendorong UMKM khususnya dalam pengelolaan Mutiara Hijau dari NTT ini yang ramah lingkungan dengan biaya energi yang lebih terjangkau, diharapkan kelompok usaha lain bisa menirukan hal yang sama.”tambah Josep

Baca Juga :  Belum Panen Raya, Harga Beras di Kupang Masih Tinggi

Sementara itu, General Manager PLN UIW NTT, Agustinus Jatmiko berharap melalui bantuan yang diterima itu Mesin Peniris, Mesin Pengering, Mesin Penepung, Mesin Sealer ini pengelolaan kelor sebagai mutiara hijau di NTT ini jadi lebih terjamin karena sistem produksi menjadi lebih optimal, produk akhir yang dihasilkan pun lebih berkualitas.

“Tugas utama PLN adalah memberikan terang kepada masyarakat di seluruh Indonesia, namun kami juga punya kewajiban dalam hal tanggung jawab sosial dan lingkungan, dimana sebelumnya kami sudah memberikan bantuan pada perkebunan buah naga, dengan hasil panen menjadi 3 kali lipat lebih banyak. Kemudian kali ini tentang pengelolaan tanaman kelor. Jadikan kelor ini menjadi ciri khasnya NTT dan apa yang PLN bisa berikan supaya kelor ini untuk pengelolaan kelor menjadi lebih berkembang.

Sebelumnya, PLN telah memberikan bantuan juga berupa pembagian dan penanaman bibit kelor, ekspedisi mutiara hijau di 12 desa di Pulau Timor dan saat ini bantuan mesin pengelola kelor,” ungkapnya.

Jatmiko ucapkan terima kasih kepada Pemerintah Kabupaten Timor Tengah Utara yang terus memberikan perhatian dan dukungan terhadap program PLN serta menyambut baik program TJSL usaha pengelolaan kelor melalui pemanfaatan tenaga listrik ini.

“Saya setuju dengan Pak Niko, kalau ini adalah lembaran baru, langkah pertama dalam meraih cita-cita dalam hal pengembangan kelor di NTT dan saya mewakili PLN sangat terbuka untuk membantu dalam peningkatan pengelolaan kelor karena kita tau pasar untuk produk kelor ini sudah banyak. Mudah-mudahan kelor NTT ini menjadi suatu ciri khas sebelum daerah lain mengklaim tentang kualitas kelor terbaik ini”, jelas Jatmiko.

Selain Kelompok Tuabatan ada 3 kelompok lain yang menerima yaitu Kelompok Desa Oeteta, Kecamatan Sulamu, Kabupaten Kupang, Kelompok Desa Fatukanutu, Kecamatan Kupang Tengah, Kabupaten Kupang, dan Kelompok Desa lamaksenulu, Kecamatan Lamaknen, Kabupaten Belu. (*/pln)

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *