Plan Indonesia Kuatkan Program STBM Berkesetaraan Gender

  • Whatsapp

Kupang – Sebagai upaya mendukung program Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur dan Nusa Tenggara Barat dalam mencegah penyebaran pandemik Covid-19, Yayasan Plan International Indonesia (Plan Indonesia) meluncurkan proyek WASH-SDGs for COVID-19 Inclusive Intervention (WISE) #WASHfirst pada Jumat (11/12).

Proyek WISE merupakan proyek yang bertujuan untuk mengedukasi masyarakat di Kota Kupang, NTT dan Kabupaten Lombok Barat, NTB tentang pencegahan penyebaran pandemik COVID-19, terutama melalui penerapan sanitasi total berbasis masyarakat (STBM) yang inklusif.

Read More

Pada 11 Desember 2020, Plan Indonesia melakukan kegiatan lokakarya peluncuran proyek WISE #WASHfirst di Kupang, NTT.

Saat ini, Indonesia tergolong negara dengan penyebaran pandemik COVID-19 yang cukup cepat. Berdasarkan data yang dikeluarkan oleh gugus tugas penanganan COVID-19 nasional, terhitung 18 november 2020 tercatat 478.720 penderita positif dan 15.503 (3,24 persen) di antaranya meninggal. Kasus positif cukup tinggi juga terjadi di NTB dengan 4.428 pasien positif dan 230 di antaranya meninggal.

Baca Juga :  Plan Indonesia-Pemkot Kupang Bahas Penanganan Limbah Medis Covid-19

Sementara di NTT terdapat 899 pasien positif dengan 14 pasien meninggal. Menurut Pandemic Talk (Platform pusat data Covid-19) terdapat 15.677 anak di Indonesia yang positif Covid-19 sampai dengan akhir September, termasuk di antaranya rata-rata 137 anak positif per hari.

Sabaruddin, WISE Project Manager Yayasan Plan International Indonesia menyatakan dalam lokakarya bahwa Plan Indonesia akan melakukan banyak intervensi terkait pencegahan penyebaran pandemik COVID-19, di antaranya dengan edukasi promosi kesehatan di masyarakat dan peningkatan akses untuk cuci tangan pakai sabun.

Dengan pelaksanaan lokakarya ini, Plan Indonesia mengundang beberapa pemangku kepentingan, di antaranya Pemerintah Provinsi NTT dan NTB, BAPPEDA Provinsi, Dinas Kesehatan Provinsi dan Kota/Kabupaten, Puskesmas, Kepala Sekolah, dan Organisasi Penyandang Disabilitas. “Kami berharap semua pihak bisa bekerja bersama untuk mencegah penyebaran pandemik COVID-19 dan melindungi kaum yang rentan, termasuk anak-anak, perempuan, dan penyandang disabilitas,” pungkas Sabaruddin.

Baca Juga :  ODP Korona di NTT Bertambah jadi 15 Orang

Lebih dari 500.000 anak dan orang dewasa telah menerima manfaat langsung dalam program tanggap darurat Plan Indonesia termasuk penyediaan air bersih dan alat kebersihan, alat pelindung diri, kegiatan promosi kebersihan, perlindungan anak dan memastikan akses pendidikan untuk anak-anak di daerah terpencil.

Wilayah tanggap COVID-19 dari Plan Indonesia yaitu Nusa Tenggara Timur di Kabupaten Timor Tengah Selatan, Nagekeo, Lembata, Belu, Malaka, Manggarai, Nusa Tenggara Barat di Lombok Barat, Lombok Utara dan Mataram, Sumbawa, dan DKI Jakarta di 18 kelurahan. (*)

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *