Petani Tanah Nuca Lale Berjibaku Melawan Virus Merambat Pohon Pisang

  • Whatsapp
Pisang yang Diserang Virus/foto: chyka

Manggarai – Seperti petani di daerah lainnya, petani di Tanah Nuca Lale,  Desa Golo Lero, Kecamatan Lamba Leda Timur, Kabupaten Manggarai Timur, NTT, memanfaatkan buah pisang sebagai bahan pangan, sedangkan batang pisang dijadikan sebagai pakan ternak.

Akan tetapi, kondisi seperti tidak terlihat lagi di Tanah Nuca Lale. Serangan virus yang oleh petani setempat disebut virus merambat pohon pada pertengahan 2022, membuat petani kewalahan.

Sampai Maret 2023, belum diketahui asal-usul virus tersebut, juga belum ada penelitan dan dinas terkait. Virus terus merenggut hasil yang membuat petani menderita kerugian hingga jutaan rupiah.

Yosep Harni, warga Desa Golo Lero mengatakan, tanda-tanda tanaman pisang diserang virus terlihat dari jantung pisang lapuk atau mengering.

Dari bagian luar, buah pisang terlihat segar tetapi isinya kering dan tak layak dikonsumsi. Tidak itu saja, daun pisang terlihat menguning, serta bagian dalam batang pisang bewarna cokelat dan kehitam hitaman.

“Kami sangat dirugikan oleh virus ini, sebelumnya kami menjual pisang dengan harga Rp10 ribu per sisir, sedangkan satu tandan biasanya dijual antara Rp40 ribu sampai Rp50 ribu,” ujar Yosep Harni yang juga berprofesi sebagai peternak babi.

Menurutnya, ada petani yang memiliki kebun pisang hingga berhektar hektar juga mengalami gagal panen sejak diserang virus tersebut. “Virus ini seakan merenggut semua penghasilan dan jerih payah kami,” ujarnya beberapa hari lalu.

Dia  mengaku sangat dirugikan dengan serangan virus tersebut. Pasalnya, pisang merupakan sumber penghasilan utama warga, dan batang pisang merupakan makanan utama ternak. “Besar harapan saya sebagai petani agar pemerintah segera turun tangan untuk mengatasi virus ini,” harapnya. (Rosalia Felcika)

Komentar ANDA?

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published.