Petani Oebufu Kesulitan Pupuk Bersubsidi

  • Whatsapp
Petani Oebufu/Foto: Gamaliel
Petani Oebufu/Foto: Gamaliel

Kupang—Lintasntt.com: Persawahan Oebufu, Kecamatan Oebobo, Kota Kupang, berjarak sekitar 20 meter dari Kantor Dinas Pertanian dan Perkebunan Nusa Tenggara Timur, tetapi petani setempat kesulitan pupuk bersubsidi.

Padahal mereka telah melengkapi seluruh persyaratan di antaranya menyerahkan Rencana Definitif Kebutuhan Kelompok (RDKK) pupuk bersubsidi. Bahkan, dokumen itu telah diserahkan ke Petugas Penyuluh Lapangan (PPL) sejak November 2014.

“Petani sudah serahkan RDKK tetapi pupuk tak kunjung datang,” kata Ketua Kelompok Tani Tunas Baru Carles Ndaumanu kepada Lintasntt.com, Rabu (4/2).

Di tengah kesulitan pupuk tersebut menurut Carles, mulai muncul calo pupuk yang menawarkan kepada petani membeli pupuk ke pengusaha tertentu. Di antara calo ada yang menyarankan membeli pupuk kepada Ketua DPR Setya Novanto. “Kami belum membeli pupuk ke orang lain, masih menunggu pupuk bersubsidi,” ujarnya.

Baca Juga :  TNI Kirim Dua Batalyon Jaga Perbatasan RI-Timor Leste

Bahkan Carles dan rekan-rekannya sudah beberapa kali datang ke distributor dan pengecer pupuk bersubsidi namun tidak memperoleh jawaban memuaskan. “Kami disarankan oleh pengecer sebaiknya beli pupuk di tempat lain karena tidak ada pupuk,” ujarnya meniru saran yang disampaikan pengecer pupuk.

Karena tidak ada pupuk, saat ini petani bingung. Pasalnya hampir seluruh petani di persawahan itu memasuki musim tanam pekan ini. Saat ini petani mulai memindahkan benih padi ke persawahan untuk ditanam.

Petani lainnya Demus Tine mengatakan petani sangat membutuhkan pupuk SP 36 untuk memupuk tanaman padi setelah ditanam. Ia khawatir jika padi tidak dipupuk tidak akan tumbuh sempurna. Dampaknya hasil panen juga akan berkurang. “Kalau padi tidak dipupuk, warnanya akan menjadi kuning,”ujarnya. (gama/sumber: media indonesia)

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *