Pesan dari Pedalaman Timor, Biarkan Gibran Matang Secara Alami

  • Whatsapp
Foto: dok Elcid

Sunu – Puluhan pria mengenaikan pakaian adat motif Amanatun berjalan menuju puncak Gunung Sunu, tak kurang satu kilometer dari permukiman penduduk di dataran rendah.

Di tangan mereka ada peralatan untuk ritual adat seperti sirih dan pinang yang ditempatkan di dalam wadah kecil berwarna merah. Terletak di Desa Sunu, Kecamatan Amanatun Selatan, Kabupaten Timor Tengah Selatan, Nusa Tenggara Timur, gunung setinggi 1.074 meter di atas permukaan laut ini  populer sejak tiga tahun terakhir.

Karena di puncak gunung ditempatkan patung Presiden Jokowi setinggi 3,5 meter dan berat 700 meter sejak 10 November 2021. Patung dipahat di Bali menyerupai foto Jokowi saat mengenakan pakaian adat Amanatun pada Upacara Kemerdekaan RI ke-75 di Istana Mereka pada 17 Agustus 2020.

Di bawah patung itulah, warga duduk membentuk lingkaran kemudian meletakan peralatan ritual di tengah dan melantunkan syair-syair adat, setelah sebelumnya menari bonet mengelilingi patung.

Kedatangan warga ke sana punya dua tujuan yaitu mendoakan Jokowi agar reputasinya tidak rusak gara-gara pilres, dan mendoakan Gibran Rakabuming Raka agar tidak bersedia menjadi bakal calon presiden.  “Jangan sampai Pak Jokowi dizalimi,” ucap tokoh adat Sunu, Nithanel Benu seusai ritual, Sabtu (21/10/2023) sore.

Dia menyebutkan tidak baik parpol ngotot mendorong Gibran sebagai calon wakil presiden pada pemilu 2024, karena dari situ, potensi Jokowi dizalimi sangat besar. Untuk itu, mereka datang ke bawah patung  untuk memanjatkan doa lewat ritual agar Jokowi tetap kuat merawat persatuan Indonesia. “Kami tidak pergi ke Istana untuk menyampaikan pesan ini, tapi lewati doa yang kami panjatkan di depan patung presiden Jokowi ini, sama seperti  kami bertemu dengan beliau,” tutur Nithanel Benu.

Adapun parpol peserta pemilu diminta tidak mendorong Gibran menjadi calon wakil presiden.”Biarkan Gibran matang secara alami. Buah yang enak dimakan masak alami dari pohon, butuh proses,” ungkapnya.

Dia yakin Gibran yang saat ini menjabat wali kota Solo merupakan kader potensial di masa depan, tetapi jangan dipaksakan. “Biarkan dia berproses dan menjadi matang dengan sendirinya, karena ke depan Indonesia akan membutuhkan Gibran,” tambah Dia.

Kepala Desa Sunu, Yakob Kase juga punya pandangan yang sama. Jangan sampai dengan mendorong Gibran maju sebagai calon wakil presiden berdampak terhadap ketokohan Jokowi. “Saya menolak keinginan berbagai pihak yang ingin menjerumuskan Jokowi dengan memaksakan Gibran, anaknya  menjadi calon wakil presiden,” sebutnya. (*/gma)

Komentar ANDA?

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published.