Peru Gugat Repsol Rp66,86 Triliun, RI Tuntut Berapa atas Tumpahan Minyak Montara

  • Whatsapp
Foto-Foto: dok YPTB/lintantt.com

Kupang – Badan Perlindungan Konsumen Peru, Indecopi menggugat perusahaan minyak asal Spanyol Repsol atas tumpahan minyak di perairan negara itu pada 15 Januari 2022 sebesar Rp66,86 Triliun.

Sedikitnya, 10.000 barel minyak tumpah ke Samudra Pasifik. Ganti rugi sebesar itu terdiri dari kerusakan lingkungan sebesar 44,58 triliun dan Rp22,29 triliun untuk mengganti kerugian sosial ekonomi yang dialami masyarakat.

Sehubungan dengan apa yang terjadi di Peru saat ini,kami meminta Pemerintah Republik Indonesia untuk secara cepat melakukan tuntutan ganti rugi baik terhadap Pemerintah Australia maupun terhadap PTTEP yang telah mencemari Laut Timor dengan sedikitnya 80.000 barel.

Hal ini disampaikan Ketua Yayasan Peduli Timor Barat (YPTB),Ferdi Tanoni kepada lintasntt.com di Kupang, Jumat , 26 Agustus 2022

Lebih lanjut dia katakana bahwa kasus tumpahan minyak Montara ini sudah berjalan selama 13 tahun lamanya,sementara tumpahan minyak di Peru baru terjadi 6 bulan yang lalu.

Soal ganti rugi ini sangat menarik.karena pada waktu itu hitungan kami dan para ahli memperkirakan kerugian lingkungan di Laut Timor dan Perairan Laut Sawu Rp400 triliun dan kerugian sosial ekonominya sekitar Rp100 triliun.

Ketika perundingan dengan PTTEP di Bangkok yang diwakilkan kepada Grinchai Hattagam,General Manager PTTEP Indonesia bersama  sudah sangat jelas kami sampaikan secara terbuka dan angka yang kami sebutkan sangatlah masuk akal.

Bahkan Hakim Yates di Pengadilan Federal Australia pun sudah meminta PTTEP untuk merundingkan kerugian sosial ekonomi dan bisa disepakati. Namun demikian, PTTEP Bangkok terus mencari jalan nya sendiri kemudian nyatakan banding.

“Masa itu sudah berlalu dan sekarang kami rakyat Provinsi Nusa Tenggara Timur terus berdoa dan menunggu hari-hari dimana kasus Montara ini harus diselesaikan, dengan penuh keyakinan kami tahu bahwa Tuhan Yang Maha Kuasa Pencipta Langit dan Bumi ini selalu menang dan pasti akan menjawab doa kami. Kita bangsa Indonesia ini adalah sebuah bangsa yang besar dan bermartabat dan mereka dalam hal ini Pemerintah Australia dan PTTEP di Bangkok harus tahu itu. Adalah sebuah perbuatan yang sangat tidak elok jika mereka hanya melarikan diri untuk menghindari tanggungjawab mereka,” demikian Ferdi Tanoni. (*/gma)

Komentar ANDA?

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published.