Pernah Layani Penerbangan ke Australia dan Timor Leste, Bandara El Tari Kembali Berstatus Domestik

  • Whatsapp
Pesawat di Bandara El Tari /Foto: lintasntt.com

Kupang – Perjalanan Bandara El Tari (KOE) di Kota Kupang, Nusa Tenggara Timur menjadi bandara internasional ternyata tidak mudah.

Meskipun Bandara El Tari pernah melayani penerbangan ke Bandara Internasional Darwin di Australia Utara, satu dai 10 bandara tersibuk di Australia. Penerbangan dari El Tari ke Darwin ramai pada tahun 1990-an,

Penerbangan ke Darwin oleh Pesawat Fokker milik Merpati Nusantara Airlines dua kali dalam sehari, tetapi terhenti sekitar 1999 saat pergolakan di bekas provinsi Timor-Timur. Kemudian sempat muncul lagi, tetapi kembali terhenti pada tahun 2013.

Bukan tidak ada upaya menghidupkan kembali rute penerbangan internasional ini, sebab jarak dari Kupang ke Darwin lebih dekat jika dibandingkan penerbangan dari Darwin ke Denpasar.

Pada 19 Oktober 2017, Virgin Australia menjajaki rute penerbangan ini. Dalam sebuah wawancara di Kupang, Manager Virgin Australia di Indonesia Farshal Hambali mengatakan dia sedang menjajaki pembukaan rute penerbangan tersebut bersama PT Angkasa Pura 1 dan sejumlah stakeholder,” kata Farshal kepada lintasntt.com usai jumpa pers kegiatan Collaborative Destination Development dan Komodo Travel Mart 2017 di Kupang, Kamis (19/10/2017).

“Penerbangan Darwin-Kupang pantas dihidupkan kembali mengingat warga Nusa Tenggara Timur banyak yang bermikim di Darwin. Bahkan banyak di antara mereka sudah tinggal di sana sejak 1970an dan 1980an,” katanya sesuai wawancara lintasntt.com pada 19 Oktober 2017.

Alasannya,selama ini Virgin Australia menerbangi rute Darwin-Bali sebanyak dua kali dalam sehari. Di antaranya penumpang, menurut Dia, banyak yang meneruskan penerbangan ke NTT. “Tetapi kita mau dapatkan data dulu,” ujarnya.

Selanjutnya, Air Timor yang mengoperasikan pesawat ATR72-600 milik TransNusa sempat menerbangi rute Kupang ke Dili, Timor Leste pada 15 Desember 2017.

Harga tiket ditambah pajak sebesar US$ 62 per penumpang untuk rute Kupang-Dili, dan US$60 per penumpang untuk rute Dili-Kupang. Penerbangan ini pun tidak bertahan lama. Jauh sebelumnya, Januari 2016, Maskapai Sriwijaya Air pernah menjajaji rute penerbangan Kupang-Dili

Harapannya untuk mendorong banyak wisatawan dari Dili maupun Darwin berkunjung ke Kupang. Wisatawan dari Darwin, Autralia yang datang ke Indonesia bisa melewati Dili kemudian naik Sriwijaya Air ke Kupang dan Bali.  Bahkan, Bandara El Tari Kupang telah memiliki ruangan tunggu khusus penumpang rute internasional.

Terakhir,sesuai Keputusan Kementerian Perhubungan pada April 2024, status internasional yang melekat pada Bandara El Tari dicabut dan kembali menyandang status bandara komersil.

Bandara El Tari berdiri sejak 1928 di masa penjajahan Belanda, awalnya bernama Lapangan Terbang Penfui karena terletak di Kelurahan Penfui. Nama bandara ini berubah menjadi Bandara El Tari pada 1988 mengunakan nama mantan Gubernur NTT periode 1966-1978, Jenderal TNI (Anumerta) El Tari. (gma)

 

Komentar ANDA?

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published.