Permudah Bayar Pajak Kendaraan, BI dan Samsat NTT Luncurkan Aplikasi ‘B Sonto Sa’

  • Whatsapp
Peluncuran Aplikasi B Sonto Sa/Foto: BI

Kupang – Bank Indonesia Kantor Perwakilan Nusa Tenggara Timur (NTT) bersama Kantor UPTD Pendapatan Daerah (Samsat) meluncurkan aplikasi pembayaran pajak kendaraan non tunai mengunakan Quick Response Code Indonesia Standard (QRIS), Selasa (9/11/2021).

Aplikasi bernama ‘B Sonto Sa’ ini diluncurkan oleh Sekda NTT Benediktus Polomaing bertempat di Kantor Samsat Kupang, langsung dioperasikan di 22 kantor Samsat di daerah itu, untuk memudahkan masyarakat membayar pajak kendaraan bermotor.

Aplikasi ini memuat 10 fitur antara lain info pajak, pembayaran, proteksi kepemilikan, mekanisme e-samsat serta saran dan pengaduan. “Pemerintah mengharapkan muncul kreasi seperti ini untuk memudahkan pelayanan kepada masyarakat,” kata Benediktus Polomaing saat peluncuran tersebut.

Baca Juga :  Darurat Oksigen, Suplier di Kota Kupang Isi Ulang Oksigen di Surabaya

Menurutnya, aplikasi dengan ‘B Sonto Sa’ sangat familiar di masyarakat karena mengunakan nama yang tidak asing lagi di warga NTT.

Di era covid-19 seperti saat ini, warga tidak perlu lagi datang ke kantor Samsat untuk membayar pajak, cukup membayar pajak dari rumah. “Dengan aplikasi ini, pelayanan publik di NTT lebih mudah dan cepat, dan dari waktu ke waktu semakin optimal,” katanya.

Deputi Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi NTT, Daniel Agus Prasetyo mengatakan peluncuran aplikasi tersebut untuk mendorong masyarakat taat membayar pajak.

Selain itu, bermanfaat bagi warga yang memiliki kesibukan karena pekerjaan tidak mengurus pajak kendaraan bermotor. Menurutnya, ada dua hal yang menjadi kunci agar digitalisasi berjalan dengan baik yaitu bisa terhubung dan saling dapat dioperasikan. “Seperti kalau hanya Qris saja belum bisa terhubung, bisa mengunakan dompet digital atau mobile banking lainnya,” kata Dia.

Baca Juga :  Pasien Korona di Maumere Sudah Sembuh

Menurutnya, aplikasi ini akan mendorong transaksi online sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi. Pada Triwulan III pertumbuhan ekonomi NTT hanya 2,37% (yoy) atau Rp28,7 triliun, lebih lambat dibandingkan triwulan II sebesar 4,22%.

“Dengan meningkatnya vaksinasi covid-19, kita harapkan pada triwulan IV, ekonomi NTT semakin meningkat menjadi 4,76% (yoy),” ujarnya. (mi)

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *