Perjuangan Kapolda NTT Bangun Kompleks Brimob Presisi di Labuan Bajo

  • Whatsapp
Foto: Humas Polda NTT

Labuan Bajo – Labuan Bajo, Kabupaten Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur (NTT) merupakan wilayah destinasi pariwisata premium yang menjadi atensi dari Presiden dan Pemerintah Pusat.

Menyikapi hal tersebut Kapolda NTT segera mengambil langkah dengan memperkuat kehadiran kepolisian guna menjamin stabilitas keamanan dan kenyamanan di labuan bajo sebagai destinasi wisata super premium, yaitu dengan membangun kompleks Brimob Presisi Batalyon 4 kompi B Satbrimobda Polda NTT.

Read More

Perjuangan untuk mewujudkan pembangunan kompleks Brimob Presisi Batalyon 4 kompi B Satbrimobda Polda NTT di Manggarai Barat merupakan proses yang cukup berat dan tidak mudah, mengingat lokasi tempat pembangunan awalnya berupa lahan hutan dan berbukit serta berbatu.

Kapolda NTT Irjen Pol Drs. Lotharia Latif, S.H., M.Hum melihat bahwa Brimob di Labuan Bajo harus disiapkan dengan sebaik-baiknya termasuk perumahan yang layak huni bagi anggota Brimob, sehingga dengan kerja keras dari seluruh anggota Satbrimobda Polda NTT proses cut and fill lahan bisa dilaksanakan dengan cepat dan berjalan lancar hingga pembangunan selesai dilakukan yang memakan waktu kurang dari 6 bulan.

Ia merasa bersyukur dan memberikan apresiasi atas perjuangan dan kerja keras dari anggota Satbrimobda Polda NTT sehingga upaya untuk menghadirkan perumahan yang layak bagi anggota Brimob di Labuan Bajo akhirnya bisa terwujud dengan telah diresmikan komplek Brimob Presisi Batalyon 4 Kompi B langsung oleh Kapolri dan Panglima TNI pada tanggal 7 November 2021 lalu.

“Labuan Bajo ini menjadi atensi bapak Presiden dan menjadi atensi dari Pemerintah Pusat, sementara Brimob kita masih sangat memiliki keterbatasan sehingga saya memandang perlu dan alhamdulilah tempat ini telah diresmikan langsung oleh bapak Panglima TNI dan bapak Kapolri”, ungkap Irjen Pol Drs. Lotharia Latif, S.H., M.Hum.

Baca Juga :  Kasus Covid-19 di Sumba Barat Daya Fluktuatif

Dikatakannya masih banyak perubahan yang harus dilakukan bagi Brimob khususnya di NTT yang disampaikan kepada Kapolri.

“Tentu saja banyak hal yang saya sampaikan kepada Beliau (Kapolri), apalagi Brimob di NTT ini sudah bertamabah menjadi tiga Batalyon. Saya kemarin melihat Batalyon yang di Sumba juga demikian perlu juga sentuhan. Siapapun Kapoldanya menurut saya harus punya kepedulian terhadap Brimob, karena Brimob ini adalah pasukan yang kita andalkan dan juga tidak boleh tergantung dengan siapapun sedikit pun harus kita lakukan perubahan”, jelas Kapolda NTT.

“Dan Alhamdulilah kita punya 20 unit rumah baru, muda-mudahan ini bermanfaat bagi anggota kita, bagi anak-anak kita dan kita berupaya untuk ada penambahan-penambahan untuk menyempurnakan tempat ini. Jadi rekan-rekan jangan patah semangat ini saya lihat sudah sangat luar biasa”, tambahnya.

Diungkapkan Kapolda bahwa dulu tempat ini seperti lindung tinjau, hanya memiliki pos jaga struktur tanahnya masih perbukitan dan tidak rata

“Tempat ini dulu waktu saya lewat waktu kunjungan bapak Presiden melihat batu cermin ini seperti lindung tinjau saja, yang ada cuman pos penjagaan. saya lewat sini saya tanya itu adalah lahan Brimob. Kita bersyukur dan berterimakasih karena ada sesorang yang peduli terhadap Polri. Beliau hadir juga waktu itu saya ajak lihat tempat ini dan beliau memberikan suatu respon karena beliau ini adalah filantropis, sesorang yang suka memberikan bantuan-bantuan sosial tanpa syarat apapun kepada kita. Bahkan waktu itu di Sumba pun karena saya bilang ada Batalyon baru di sana.

Lanjutnya, saat itu sebetulnya pengerjaan perumahan ini bisa cepat tetapi waktu itu, ada badai Seroja sehingga lahannya juga belum rata dan sebagainya sehingga sempat mengalami penundaan.

Baca Juga :  Gempa Magnitudo 4,9 Guncang Sumba Barat Daya

“Saat itu semuanya sedang berproses tetapi kemudian terjadi badai Seroja sehingga seluruh kegiatan terhenti karena semua peralatan dikirim dari Surabaya. Sehingga kita sempat tertunda”, ungkap Kapolda NTT

“Dan baru baru dimulai lagi setelah Badai Seroja dan pada bulan ini seselailah 20 unit rumah tahan gempa yang bisa digunakan oleh Anggota kita”, tambahnya.

Diungkapkan juga bahwa Pengerjaannya semua dikerjakan oleh anggota Brimob siang malam dibantu peralatan dari Pemda Manggarai Barat dimana kondisi tanahnya masih perbukitan dan kurang dari empat bulan tanah tersebut berhasil diratakan dan siap dibangun rumah. Dibantu juga oleh pemerintah daerah dan Dankor Brimob untuk pemasangan listrik dan Air sehingga saat ini semua rumah ini telah dialiri listrik dan air.

“Apresiasi saya ke seluruh anggota, pak Dansat Brimob dan khususnya pak Dangki Brimob serta Pemerintah Daerah Manggarai Barat telah bahu membahu siang malam bekerja meratakan dan mendirikan rumah ini. Muda-mudahan tugas terbaik yang kita lakukan ini nanti akan menjadi suatu peninggalan buat generasi kita ke depan”, ucap Kapolda NTT.

Dijelaskan juga bahwa perumahan tersebut merupakan rumah yang dibangun dengan spesifikasi rumah tahan gempa dengan sistem knockdown (Bongkar Pasang) yang pemasangannya hanya membutuhkan satu Minggu untuk satu unit rumah. Tanah yang digunakan untuk pembangunan rumah tersebut merupakan hibah dari Pemerintah Manggarai Barat pada tahun 2017 silam.

“Kini, para anggota bisa menikmati rumah tipe 36 dengan luas 6 x 6 meter, dua kamar, dan telah berlistrik. Sebelumnya, para anggota tinggal menumpang di salah satu kantor dinas pemerintah di Manggarai Barat”, tandasnya. (*)

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *