Peringati Hari Bakti Rimbawan ke- 41, PLN Dukung Penanaman Mangrove Seluas 20 Ha di NTT

  • Whatsapp
Foto: PLN

Kupang – Dalam memperingati Hari Bakti Rimbawan ke – 41, PLN melalui Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan bersinergi dengan Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Kemenko Marves), Kementerian Lingkungan Hidup Dan Kehutanan (KLHK) dan Pemerintah Provinsi NTT menggelar Aksi Penanaman Penanaman Pohon Mangrove seluas 20 Ha di Desa Tanah Merah, Kecamatan Kupang Tengah, Kabupaten Kupang, NTT, Kamis (7/3/2024).

Deputi Bidang Koordinasi Pengelolaan Lingkungan dan Kehutanan kemenkomarvest, Nani Hendiarti mengatakan, Peringatan Hari Rimbawan diperingati sebagai berdirinya Kementerian Kehutanan pada tahun 1983 silam, yang secara nomenklatur saat ini telah berubah menjadi kementerian lingkungan hidup dan kehutanan.

“Hari ini kita memperingati Hari bakti Rimbawan k-41 dan launching program TJSL atau CSR tahun 2024. Hari ini sepeti yang dengarkan bersama, bahwa hari ini bukan hanya seremonial, tapi ini adalah bentuk komitmen kita. Berkomitmen untuk penanaman mangrove atau rehabilitasi mangrove,“ kata Nani.

Dengan mengusung Tema “Penguatan Korsa Rimbawan dalam Pembangunan Lingkungan Hidup dan Kehutanan”, esensinya mengandung makna reflektif atau evaluasi atas apa yang telah kita lakukan sebagai rimbawan, sekaligus untuk berkontribusi dalam mendukung pembangunan lingkungan hidup dan kehutanan yang berkelanjutan.

Penjabat Gubernur NTT Ayodhia G. L. Kalake, SH, MDC menyampaikan, “NTT terus berupaya untuk merehabilitasi hutan mangrove dengan mengembangkan skema Integrated Area Development (Pembangunan Wilayah Terpadu). Kami apresiasi dan terima kasih kepada Kemenko Marves serta Kementerian dan lembaga terkait lainnya, BUMN dan Badan Usaha Milik Swasta yang telah memilih NTT sebagai tempat pencanangan Program Rehabilitasi Mangrove Nasional Melalui Program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan/Coorporate Social Responsibility (TJSL/CSR),” pungkas Ayodhia.

Sesuai Pasal 33 ayat 4 dan Pasal 28 H ayat 1 UUD 1945, proses pembangunan ekonomi harus dapat mewujudkan kondisi kualitas lingkungan hidup dan kondisi kualitas kehidupan manusia yang semakin baik.

General Manager PLN UIW NTT I Gede Agung Sindu Putra menyampaikan komitmen PLN sesuai dengan misinya yakni menjalankan kegiatan usaha yang berwawasan lingkungan.

“Momentum ini mengingatkan kita agar tetap menjaga keberadaan dan ekosistem lingkungan. Melalui Program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL), PLN telah melaksanakan Kegiatan penanaman mangrove sebanyak 16.500 pohon sejak tahun 2018 hingga tahun 2023 dengan total luasan mencapai 2,4 hektar tersebar di wilayah NTT serta menggandeng local hero di masing-masing lokasi penanaman dan berkordinasi dengan instansi terkait.” ucap Sindu.

Harapan Sindu, “Semoga di Tahun 2024, Program Rehabilitasi Ekosistem Mangrove dengan total luasan 20 Ha dapat berjalan dengan baik, sehingga kapasitas wirausaha Warga Pesisir Tanah Merah dan Menipo mengalami peningkatan Ekonomi,” tambah Sindu.

Salah satu local hero yang digandeng, yakni Ketua Kelompok Tani Desa Tana Merah, Joni Jeheskiel Messakh, mengatakan rasa syukur dan bangga desanya dihadiri dalam momen penting ini.

“Saya merasa tersanjung dengan kehadiran Bapak/Ibu Kementerian, Gubernur, PLN dan lainnya. Kami sudah dan terus melakukan penanaman mangrove di desa kami. Tidak hanya untuk menahan abrasi, tapi penghasilan kami juga dari mangrove ini. Adanya ekositem yang terbentuk diantaranya kepiting , udang , itu bisa menambah ekonomi kami,” ucap Joni.

PLN bersinergi dengan Kementerian Maritim dan Investasi melakukan pemulihan ekosistim mangrove seluas total 20 HA di 2 lokasi yaitu di Desa Tanah Merah, Kecamatan Kupang Tengah dan di Manipo, Desa Enoraen Kecamatan Amarasi Timur, Kabupaten Kupang. Upaya ini ditangani oleh PLN UIW NTT yang kemudian bekerja sama dengan (BBKSDA) Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam NTT dan (BPDAS) Balai Pengelolaan Daerah Aliran Sungai Benain Nulmina.

Penanaman pohon tersebut diikuti unsur Pemerintah Provinsi, TNI/Polri, Pertamina, Pelindo, Aprobi, para tokoh adat, tokoh masyarakat, tokoh agama dan masyarakat. (*/pln/gma)

Komentar ANDA?

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published.