Percepatan Vaksinasi di NTT Untuk Pulihkan Ekonomi

  • Whatsapp
Jumpa Pers Vaksinasi Covid-19 BI, OJK dan Pemprov NTT/Foto: Lintasntt.com

Kupang – Kepala Bank Indonesia (BI) Perwakilan Nusa Tenggara Timur (NTT) I Nyoman Ariawan Atmaja menyebutkan pemulihan ekonomi daerah sangat bergantung dari percepatan vaksinasi covid-19.

Saat ini pertumbuhan ekonomi NTT sudah on the track namun perlu terus didorong antara lain dengan mempercepat cakupan vaksinasi. “Kami terus bertekad agar ekonomi NTT terus bertumbuh,” tandasnya di Kupang, Kamis (16/9/2021) sore.

Read More

Menurutnya, sebelum pandemi, rata-rata pertumbuhan ekonomi NTT antara 5,4-5,8 persen (year on year/yoy). “Saat ini, pertumbuhan ekonomi NTT 4,22 persen (yoy), harus naik lagi,” ujarnya.

Namun angka itu telah meningkat dibandingkan Triwulan I 2021 sebesar 0.12% (yoy). Pertumbuhan ekonomi NTT tersebut lebih rendah dibandingkan dengan nasional yang tumbuh sebesar 7.07% (yoy).

Baca Juga :  OJK NTT Dorong Penyelesaian Sengketa Perbankan di Luar Pengadilan

Untuk itu, salah satu langkah yang ditempuh ialah membantu pemerintah daerah mempercepat vaksinasi agar segera tercapai kekebalan kelompok (herd immunity) atau minimal 80 persen warga disuntik vaksin.

Jika sudah tercapai herd immunity, tambahnya, masyarakat akan kembali beraktivitas secara normal dan dengan sendirinya ekonomi kembali bertumbuh, tentu dengan protokol kesehatan secara ketat.

Untuk mempercepat cakupan vaksinasi, BI Perwakilan NTT bersama Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan Real Estate Indonesia (REI) NTT menggelar vaksinasi massal covid-19 di dua lokasi yakni Kota Kupang dan Kabupaten Sikka dengan target 12.000 orang.

Menurutnya, NTT sedang mengejar ketertinggalan cakupan vaksinasi yang saat ini beru menapai mencapai 25,99 persen atau 995.786 orang untuk vaksin dosis pertama dari target 3,8 juta orang. Sedangkan vaksinasi dosis kedua baru mencapai 13,21 persen atau 568.000 orang. Dia mengatakan, vaksinasi juga akan digelar sejumlah perbankan di Kota Kupang dengan target 10.000 orang dan di Flores Timur dengan target 6.000 orang.

Baca Juga :  PLN NTT Gandeng Brimob Gelar Simulasi Tanggap Darurat Ancaman Teror

Ketua REI NTT Bobby Pitoby mengatakan, vaksinasi akan diatur sehingga tidak terjadi kerumuman orang. Menurutnya, warga yang vaksin dosis pertama akan divaksin lagi untuk dosis kedua di tempat yang sama pada Oktober 2021.

Untuk vaksinasi yang digelar OJK di NTT menargetkan sekitar 1.800 orang, bagian dari 10 juta target vaksinasi covid-19 yang dilakukan OJK dan Bank Indonesia di seluruh Indonesia. “Vaksinasi ini juga menjangkau keluarga dari pegawai lembaga jasa keuangan,” kata Wakil Kepala OJK NTT Setya Aryanto. (mi/gma)

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *