Perbankan Diminta Dukung Kredit UMKM di NTT

  • Whatsapp
Pertemuan Tahunan Pelaku-Pelaku Industri Jasa Keuangan Provinsi NTT Tahun 2017 di Kupang, Kamis (23/2/2017)./Foto: Humas

Kupang–Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT) Frans Lebu Raya minta Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mendukung perbankan dan pelaku jasa keuangan memberi perhatian lebih kepada Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) di daerah itu.

“Kita paham bahwa lembaga-lembaga keuangan bertujuan untuk mencari profit, tetapi keuntungan tersebut akan lebih bermakna apabila dirasakan juga oleh masyarakat kecil,” kata Lebu Raya ketika menyampaikan sambutan pada acara Pertemuan Tahunan Pelaku-Pelaku Industri Jasa Keuangan Provinsi NTT Tahun 2017 di Kupang, Kamis (23/2/2017).

Read More

Menurutnya, lembaga keuangan mungkin menganggap UMKM sebagai debitur berisiko tinggi dan berpotensi menciptakan kredit macet. Namun lembaga keuangan mesti berani mengambil resiko demi kesejahteraan masyarakat.

“Kehadiran dan peran lembaga penjamin mesti diperkuat untuk mengatasi kekuatiran tersebut,” ujarnya.

Baca Juga :  OJK NTT Dorong Penyelesaian Sengketa Perbankan di Luar Pengadilan

Dalam pertemuan itu, Lebu Raya juga mengingatkan OJK memberikan pemahaman dan upaya literasi keuangan inklusif kepada masyarakat luas sehingga mereka tidak takut lagi meminjam uang di bank.

Mengacu pada tema pertemuan, Menjaga Stabilitas Sektor Jasa Keuangan dan Membangun Optimisme untuk Meningkatkan Kesejahteraan Masyarakat, gubernur juga menghimbau agar Kredit Usaha Rakyat (KUR) diarahkan untuk pengembangan usaha produktif masyarakat serta mendukung enam tekad Pemerintah Provinsi NTT.

“KUR hendaknya diprioritaskan pada pengembangan usaha di hulu seperti pertanian dan peternakan, bukannya di hilir seperti perdagangan dan industri. Bagaimana mungkin kita berbicara tentang perdagangan bawang, kalau kita tidak memperhatikan para petani bawang. KUR juga bisa dipergunakan oleh calon TKI, agar mereka dapat menempuh prosedur yang legal serta tidak terjebak pada rayuan para calo,” katanya.

Kepala OJK Provinsi NTT Winter Marbun mengatakan pertumbuhan kredit perbankan di NTT mencapai 13,90% dan kredit UMKM sebesar 12,40%.

Baca Juga :  Mendes PDTT Genjot Ekonomi Desa Hadapi Gelombang Ruralisasi

Lima kabupaten kota dengan sebaran kredit terbesar ialah Kota Kupang, Kabupaten Kupang, Belu, Sikka dan Ende.

Sementara lima kabupaten dan kota dengan tingkat kredit macet tinggi adalah Kota Kupang, Kabupaten Kupang, Kabupaten Sikka, TTU dan Rote Ndao. Jumlah KUR bagi usaha Mikro di NTT sebesar Rp442,63 miliar untuk usaha perdagangan, pertanian dan transportasi.

Dia menyebutkan ada tujuh langkah inisiatif strategis OJK 2017 yakni pengoptimalan program kerja, penyempurnaan skema KUR, optimalisasi Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah (TPAKD), pengembangan layanan pinjaman berbasis teknologi informasi, menggenjot pertumbuhan kredit, transformasi Bank Pembangunan Daerah (BPD) serta penghimpunan dana di pasar modal.

Marbun menghimbau masyarakat agar senantiasa berkonsultasi dengan OJK sebelum menginvestasikan modalnya di lembaga keuangan yang baru. (humas)

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *