Penyebab Listrik Mati Saat Menbud Pidato di Kupang, dari Genzet EO, Bukan PLN

  • Whatsapp

Kupang – PT PLN (Persero) Unit Induk Wilayah Nusa Tenggara Timur menegaskan penyebab listrik mati saat Menteri Kebudayaan (Menbud) pidato di pembukaan Indonesia Pacific Cultural Synergy (IPACS) 2025, Rabu (12/11/2025) berasal dari Genzet Event Organizer (EO), bukan dari PLN.

“Kami informasikan dari suplai pasokan PLN hingga saat ini aman. Hasil investigasi dan koordinasi yang bermalasah adalah dari poisisi Genset milik EO bukan PLN, ” tulis Humas PLN NTT

Read More

Sesuai hasil investigasi, tegangan keluaran untuk penerangan ballroom, tempat berlangsungnya IPACS, normal.

“Untuk Beban Ballroom Harper, Dari Sisi PLN saya sudah konfirmasi dengan Teknisi aman, dr sisi genset sound yang tidak bermasalah,” Jelas Humas PLN.

Sementara itu, dalam pidatonya, Fadli Zon menegaskan posisi Indonesia sebagai negara mega biodiversitas dan salah satu pusat peradaban tertua di dunia.

Indonesia tidak hanya kaya secara biologis, tetapi juga memiliki warisan budaya dan sejarah manusia purba yang menempatkannya dalam peta peradaban dunia.

“Temuan fosil Homo erectus di Sangiran dan Trinil serta lukisan gua Leang Karampuang di Sulawesi berusia lebih dari 51 ribu tahun menunjukkan bahwa Nusantara adalah salah satu pusat awal peradaban manusia,” ujannya.

Menurutnya, fakta ini memperkuat narasi baru “Out of Nusantara”, yang menjelaskan migrasi manusia purba berlangsung secara multi regional dan menjadikan kawasan Pasifik Oseania sebagai koridor utama navigasi manusia awal.

Menurutnya, Indonesia merupakan rumah bagi lebih dari 280 juta penduduk, 1.340 kelompok etnis, dan 780 bahasa daerah, atau sekitar 10 persen dari total bahasa di dunia.

“Kita adalah bangsa yang hidup di antara keberagaman, sebuah kekuatan besar yang harus terus dirawat dan dikembangkan sebagai modal kebudayaan dunia,” katanya.

Namun, ia juga mengingatkan krisis iklim kini menjadi ancaman serius bagi warisan budaya global. Sekitar 73 persen situs warisan dunia UNESCO terancam oleh bencana yang berkaitan dengan air seperti banjir, badai, erosi, dan kenaikan permukaan laut. (*/gma)

Komentar ANDA?

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *