Pengguna QRIS di NTT Meningkat Selama Pandemi

  • Whatsapp
Kepala Perwakilan Bank Indonesia NTT, I Nyoman Ariawan Atmaja/dok

Kupang – Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Nusa Tenggara Timur (NTT) mencatat merchant pengguna Quick Response Indonesia Standard (QRIS) meningkat selama pandemi covid-19.

Pada Desember 2019, pengguna QRIS di daerah itu tercatat 9.662 merchant dan meningkat secara signifikan sejak pandemi 2020 sebanyak 31.093 merchant, dengan pengguna terbanyak di Kota Kupang 10.472 merchant dan Manggarai Barat 1.746 merchant.

Read More

Kepala Unit Implementasi Kebijakan Sistem Pembayaran Pembayaran (SP) dan Pengawasan Sistem Pembayaran Uang Rupiah (SP-PUR) Kantor Perwakilan BI NTT, Ni Luh Putu Sri Sandhi mengatakan pandemi covid-19 telah menyebabkan pergeseran interaksi antarmanusia, tidak hanya mengurangi intensitas fisik dan tatap muka, tetapi juga meminimalkam kontak fisik dalam bertransaksi belanja sehari-hari.

“BI mendorong transaksi non tunai terutama yang bersifat contactless (mengurangi kontak fisik) yang lebih cemumuah (cepat, mudah, murah, aman dan handal) untuk bertransaksi dibandingkan alat pembayaran mengunakan uang tunai atau kartu, mengingat tidak ada kontak fisik antara pembeli dan pedagang,” katanya saat menyampaikan meteri lewat webinar dalam Kegiatan Sosialisasi dan Edukasi QRIS di Kabupaten Lembata,” Sabtu (20/2).

Baca Juga :  BI NTT dan Perbankan Gelar Pasar Murah Sembako

Menurutnya, secara nasional, covid-19 mengakselerasi adopsi digital customer dan merchant di berbagai sektor terutama pedagang online dan digital payment. Dia mencontohkan, pengguna baru layanan ekonomi digital sebelum pandemi sebesar 37%, sedangkan prosentase pengguna baru yang akan terus menggunakan setidaknya satu layanan digital setelah pandemi sebesar 93%.

Pada 2019, transaksi uang elektronik sebesar Rp145,2 triliun, tetapi pada 2020 naik mencapai Rp204,9 triliun. Penaikan juga terjadi pada transaksi e-comerce yakni naik dari Rp205,5 trilun pada 2019 menjadi Rp266,2 triliun pada 2020.

Di Kota Kupang, pemerintah telah bekerjasama BI dan BRI melakukan peluncuran web pasar BRI menggunakan QRIS. BI juga menjalin kerjasama dengan GS Organik menjual sayur dan buah organik secara daring dengan menggunakan QRIS.

Baca Juga :  BI Prediksi Pertumbuhan Ekonomi NTT Kuartal III-2020 Positif

Kepala Perwakilan Bank Indonesia NTT, I Nyoman Ariawan Atmaja mengatakan dengan QRIS, akan dapat mendorong kemajuan sektor perdagangan seperti pasar tradisional dan UMKM dan tentunya akan mempercepat akses keuangan bagi pelaku usaha sehingga memperluas inklusi ekonomi dan keuangan.

Selain itu, transaksi pembayaran menggunakan QRIS mengikuti tren pembayaran non tunai digital, tersedianya alternatif metode pembayaran bagi masyarakat dapat memperluas pangsa pembeli sehingga berpotensi meningkatkan omset penjualan. Keuntungan lainnya, pedagang tidak kesulitan lagi dalammenyediakan uang kecil untuk kembalian dan potensi kerugian akibat penerimaan pembayaran menggunakan uang palsu.

“Potensi peningkatan jumlah pedagang yang menggunakan QRIS masih cukup besar jika dilihat dari total jumlah mencapai 430 ribu pedagang pasar dan UMKM,” ujarnya. (mi)

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *