Penenun di TTS Berkembang Berkat Modal Usaha BPTN Syariah

  • Whatsapp
Tenun Ikat/dok

Soe- Pelaku usaha mikro, menengah dan kecil (UMKM) harus berjibaku di tengah di pandemi covid-19. Tidak terkecuali pelaku UMKM ‘Pemula Klani Oinlasi’ di Oekefan, Kecamatan Kota So’e, Timor Tengah Selatan (TTS), Nusa Tenggara Timur.

Setiap dua pekan, pelaku UMKM dengan anggota 15 orang ini didatangi petugas dari Bank Tabungan Pensiunan Nasional Syariah Tbk (BPTN Syariah) untuk diberi pendampingan terutama stretegi bertahan dalam menghadapi pandemi covid-19 yang penuh tantangan.

“Sejak berkenalan dengan BPTN Syariah, saya jadi bersemangat kerja karena terus diberikan dorongan, Usaha yang saya geluti ini membuat ekonomi keluarga terus berputar,” kata Mince Ollo, anggota kelompok Pemula Klani Oinlasi kepada wartawan, Rabu (24/2/2021).

Dari 15 anggota kelompok tersebut, Mince Ollo menekuni pekerjaan menenun kain adat Timor Tengah Selatan, sedangkan anggota kelompok lainnya menjadi penjual hasil pertanian.

Mince Ollo berkenalan dengan BPTN Syariah sejak 2015 atau bersamaan suaminya meninggal. Setelah ditinggalkan suami, Mince harus bekerja keras untuk menghidupi delapan anak. Ketika itu ia mengajukan pinjaman tanpa agunan sebesar Rp2 juta ke BPTN Syariah untuk menenun.

Baca Juga :  PT PAL Alih Teknologi Bangun 80 Kapal Listrik

“Saya beli bahan-bahan, selendang, sarung, dan selimut. Saya juga sisihkan untuk tabungan dan uang jaga-jaga, bawa pulang uang Rp1.680 juta untuk mulai memenun,” ceritanya.

Namun dari anggaran sebesar itu, usahanya mulai berkembang. Sejak 2015-2021, usahanya terus berkembang. Bahkan hasil tenunanya seperti sarung berbagai motif Timor Tengah Selatan dipamerkan iven yang digelar BPTN di Jakarta sejak tiga tahun terakhir.

Di kampung, permintaan hasil tenun juga meningkat dari pemerintah daerah, pedagang, maupun warga yang menggelar hajatan. Ia juga mengolah hasil tenunnya menjadi kerajinan tangan seperti vas bunga, tempat sendok, tempat tisu, hiasan untuk dulang pernikahan, tutupan gelas dan masker.

Petugas dari BPTN Syariah pun rutin datang ke sana untuk memberikan motivasi agar tetap bersemangat, disiplin dan kerja keras. Sekarang pinjaman salah satu nasabah inspiratif BPTN Syariah tersebut telah meningkat menjadi Rp7 juta per bulan.

Baca Juga :  Pelindo III Kupang Operasikan RTG Ramah Lingkungan

Omzetnya pun naik dari sebelumnya Rp750 ribu per bulan menjadi Rp2,5 juta per bulan. “Makanya saya lanjut tenun. walaupun keadaan tidak memungkinkan seperti sekarang covid-19, tetapi pembeli tetap ada. Senang karena cukup menunjang saya dan anak-anak,” ujarnya.

Senior Bussiness Manager BTPN Syariah Wilayah Timor Tengah Selatan, Anita Meo mengatakan penenun Mince Ollo mampu bertahan di era pandemi saat ini karena arus kasnya cukup bagus. Dia juga disiplin membayar cicilian.

“Angsurannya Rp273 ribu per dua minggu, dia selalu bawa Rp300 ribu, sisanya ditabung. Petugas melayani di rumah sekaligus memberikan pendampingan sehingga nasabah tidak pernah mengeluarkan uang transport,” kata Anita Meo. (mi)

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *