Pembangunan Waduk Raknamo Dikebut

  • Whatsapp
Spill Way atau Saluran Pelimpah Waduk Raknamo/Foto: Gamaliel

Kupang—Pembangunan Waduk Raknamo di Kecamatan Amabi Oefeto, Kecamatan Kupang Timur, Kabupaten Kupang, Nusa Tenggara Timur  dikebut sehingga diharapkan waduk tersebut dapat difungsikan pada Juni 2017.

Dengan demikian, pembangunan waduk tersebut lebih cepat dua tahun dari rencana semula rampung pada 2019.

“Kami menambah sumber daya manusia termasuk expert (ahli), bahan dan peralatan untuk mempercepat pembangunan waduk,” kata Kepala Proyek Pembangunan Waduk Raknamo Muhammad kepada wartawan di Desa Raknamo,  Rabu (27/4/2016).

Salah satu alasan percepatan pembangunan waduk untuk menampung air hujan bagi kebutuhan ribuan areal persawahan yang saat ini tidak diolah karena krisis air. Krisis air terjadi akibat kemarau panjang yang melanda daerah ini yang mengakibatkan petani tidak mengolah sawah.

Baca Juga :  Nekat Mudik, Jangan Kembali Dulu ke NTT

Muhammad mengatakan sesuai rencana normal, sampai April 2016 progres pembangunan waduk mencapai 18,03%. Karena dipercepat, sampai April 2016 pembangunan waduk mencapai 46,87%. Begitu pula sampai Desember 2016, realisasi pembangunan waduk akan mencapai 81,23%, lebih cepat jika dibanding rencana normal 44,69% sampai Desember 2016.

Dia menyebutkan sampai akhri tahun ini seluruh bangunan utama waduk rampung seperti tubuh waduk dan spill way (saluran pelimpah), sehingga mulai awal 2017 akan dilanjutkan dengan membangun rip rap dan pekerjaan lainnya yang belum rampung.

Raknamo adalah satu dari tujuh waduk raksasa yang dibangun di NTT guna memenuhi kebutuhan air untuk pertanian dan air baku bagi warga. Sesuai rencana, waduk tersebut juga dijadikan tempat wisata, dan pembangkit listrik tenaga mikrohidro 0,216 Megawatt.

Baca Juga :  TNI Kirim Dua Batalyon Jaga Perbatasan RI-Timor Leste

Waduk senilai Rp710 miliar ini akan mengairi areal persawahan seluas 1.250 hektare di empat desa yakni Raknamo, Manusak, Naibonat dan Amabi Oefeto. Areal persawahan ini sering tidak diolah akibat kemarau panjang yang mengakibakan warga mengalami krisis air untuk kebutuhan persawahan dan air baku. (gma/mi)

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *