PDIP Kupang Pilih Emy Nomleni Jadi Cagub Bukan Figur Lain

  • Whatsapp
Ketua DPD PDIP NTT Emi Nomleni/Foto: Dok DPD PDIP NTT

Kupang – Ketua DPC PDI-Perjuangan kabupaten Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT) Johanis Mase secara terbuka menyampaikan dukungannya kepada Emilia Nomleni untuk maju sebagai calon gubernur dari PDIP di Pilgub NTT November 2024 mendatang.

Kepada wartawan di Kupang,, Rabu (10/4) Wakil Ketua DPRD kabupaten Kupang ini mengatakan Emy Nomleni lebih pas diusung PDIP di Pilgub NTT dibanding figur lain di dalam maupun luar PDIP.

Hal itu sesuai hasil Kongres PDIP di Bali beberapa waktu lalu bahwa pengurus elit partai dalam hal ini ketua dan sekretaris wajib dicalonkan partai dalam pemilihan kepala daerah (pilkada).

Selain hasil kongres tersebut ada hal lain yang membuat pihaknya lebih condong mendukung Emy Nomleni.

“Loyalitas ke partai teruji, kalau figur lain apalagi yang dari luar partai, setelah sukses mereka bisa saja tidak pusing dengan partai. Peluang ibu Emi juga lebih baik dibanding lain, kita bisa berkaca pada Pilgub kemarin yang kita tahu hasilnya,” katanya.

Dia mengatakan dalam waktu dekat PDIP akan dilakukan rapat kerja cabang khusus (Rakercabsus) di Ende.

Setahu dia dalam rapat tersebut akan dibahas juga soal figur cagub dan cabup PDIP yang diusulkan DPC kabupaten dan kota di NTT.

“Dalam pertemuan itu kita kabupaten Kupang pasti ajukan nama ibu Emilia Nomleni. Kita mengacu pada keputusan kongres Bali kemarin. Ini bisa berubah kecuali ada pertimbangan lain dari ibu ketua umum, Megawati Soekarno Puteri, karena ketua umum punya hak prerogatif dalam penentuan calon yang diusung partai,”katanya Mase yang meminta wartawan mengkonfirmasi ketua Bapilu PDIP NTT, Cen Abubakar soal kepastian rakercabsus di Ende.

Cen belum berhasil dikonfirmasi soal ini.

Belakangan selain Emilia Nomleni beredar kabar juga nama sejumlah kader PDIP yang akan ikut mencalonkan diri di Pilgub NTT diantaranya Ansy Lema dan Herman Herry. (Jmb)

Komentar ANDA?

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published.