Pagi Ini Ketua Komnas PA Bertemu PRT Korban Penganiaya Oknum Brimob

  • Whatsapp
Ilustras
Ilustras

Kupang–Ketua Komisi Nasional Perlindungan Anak (Komnas PA), Aris Merdeka Sirait, mendesak Kepala Kepolisian Daerah Nusa Tenggara Timur (NTT), agar segera memroses sejumlah oknum Brimob yang menyiksa dan menganiaya MD (17), pembantu rumah tangga (PRT) yang dituduh mencuri batu akik dan perhiasan emas milik sang majikan.

“Saya akan ketemu dengan Kapolda NTT dan saya akan katakan bahwa oknum Brimob yang melakukan kekerasan terhadap korban MD harus segera diproses secara hukum, karena selain korban adalah perempuan, korban juga masih terhitung anak-anak. Jika terbukti melanggar pasal 82 Undang-Undang (UU) Perlindungan Anak, maka akan dikenakan sanksi pidana penjara selama 15 tahun,”kata Aris di Kupang, Rabu (22/7/2015).

Baca Juga :  Hati-Hati, Gunung Sirung Keluarkan Asap Tebal

Read More

Dalam UU Nomor 11 tahun 2012 tentang Sistem Peradilan Pidana Anak, jelas sekali disebutkan bahwa jika anak melakukan pelanggaran, maka ia harus direstorasi melalui pendekatan keadilan restorasi atau kewajiban diversi.

“Saya berjanji akan bertemu keluarga korban untuk mendengar langsung penjelasan mengenai kasus ini, sehingga setelah bertemu Kapolda akan saya beberkan,” kata Aris.

Diberitakan sebelumnya MD (17), seorang asisten rumah tangga di Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT), dianiaya sejumlah oknum Brimob di Markas Brimob Polda NTT karena dituduh mencuri perhiasan emas dan batu akik milik majikannya. Ia mengaku dianiaya selama dua jam di ruangan itu. MD dipaksa mengaku bahwa ia adalah pelaku pencurian. Karena bersikukuh tidak mencuri, ia dianiaya.

Baca Juga :  Komite Bentukan Gubernur NTT Diperiksa Terkait Proyek Rp11 Miliar

“Karena saya menjawab tidak mencuri, maka saya pun ditampar, dipukul pakai penggaris besi, dan disetrum di bagian tangan dan leher oleh empat oknum Brimob yang saya tidak tahu nama mereka. Kalau wajah mereka, saya masih ingat,” tutur MD saat melaporkan peristiwa ini di kantor Propam Kepolisian Daerah NTT di Kupang, Rabu (22/7/2015). (kompas.com)

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *