Malang – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) bersama Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah (TPAKD) Nusa Tenggara Timur (NTT) mencatat kemajuan signifikan dalam perluasan akses layanan keuangan melalui empat program unggulan: KEJAR, KUR, KPMR, dan QRIS.
Keempat program ini terus mendorong literasi, inklusi, serta pertumbuhan ekonomi daerah.
Asisten Direktur Pengawasan Perilaku PUJK, Edukasi, Pelindungan Konsumen, dan LMS OJK NTT, Polantoro, menjelaskan seluruh 23 TPAKD di NTT terdiri dari satu TPAKD provinsi, satu TPAKD Kota Kupang, dan 21 TPAKD kabupaten berperan aktif dalam menggerakkan program inklusi keuangan secara lebih terarah.
Adapun empat program tersebut yakni
1.Program KEJAR atau Rekening Pelajar Tembus 1,88 Juta
Program Satu Rekening Satu Pelajar (KEJAR) mencatat peningkatan signifikan, dari 793 ribu rekening pada 2024 menjadi 1,88 juta rekening pelajar pada 2025.
Lonjakan ini menjadi bukti keberhasilan OJK dan TPAKD dalam menanamkan budaya menabung sejak dini.
2. KUR untuk Pembiayaan UMKM Capai Rp1,867 Triliun
Penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR) di NTT mencapai Rp1,867 triliun kepada 45.701 debitur sepanjang 2023–2025. Peningkatan jumlah debitur setiap tahun menunjukkan semakin terbukanya akses pembiayaan produktif bagi UMKM.
3. KPMR Untuk Tekan Ketergantungan pada Rentenir
Program Kredit/Pembiayaan Melawan Rentenir (KPMR) menjadi intervensi efektif untuk mengurangi pinjaman informal berbunga tinggi. Jumlah rekening penerima naik dari 1.402 pada triwulan I menjadi 1.837 rekening pada triwulan III 2025, sementara plafon pembiayaan meningkat dari Rp2,93 miliar menjadi Rp6,2 miliar.
4. QRIS, Transaksi Digital Melejit hingga 20 Juta
Menurut Polantoro, pemanfaatan QRIS di NTT tumbuh pesat. Jumlah transaksi melompat dari 5,4 juta (2021) menjadi 20 juta transaksi pada triwulan III 2025, dengan pertumbuhan tahunan 106%.
Ekosistem digital ini memperluas layanan pembayaran non-tunai yang cepat dan aman.
Keempat program unggulan TPAKD tersebut dinilai menjadi pendorong utama peningkatan inklusi keuangan, sekaligus memperkuat kemandirian finansial masyarakat.
OJK NTT menegaskan komitmennya untuk terus memperluas akses pembiayaan, digitalisasi ekonomi, dan perlindungan konsumen demi mendukung pertumbuhan ekonomi daerah yang inklusif dan berkelanjutan. (gma)














