NTT Tanam Jagung Seluas 100 Hektare untuk Perkuat Ketahanan Pangan

  • Whatsapp
Ilustrasi: Gubernur NTT Viktor Laiskodat panen simbolis jagung lamuru di Desa Letneo, Kecamatan Insana Barat, Timor Tengah Utara, Selasa (7/4)/Foto: Sam

Kupang – Pemerintah Provinsi NTT menanam jagung pada areal seluas 100 hektare untuk meningkatan pendapatan petani sekaligus memperkuat ketahanan pangan di masa pandemi covid-19.

Areal yang disiapkan untuk menanam jagung tersebar di 16 kabupaten, langsung diolah mulai bulan ini. “Hasil panen jagung nanti untuk memenuhi kebutuhan pangan di akhir tahun,” kata Kepala Dinas Pertanian dan Perkebunan NTT John Oktavianus di Kupang, Rabu (3/6)

Read More

Pengembangan jagung seluas 100 hektare itu didanai dengan dana sebesar Rp25 miliar yang bersumber dari APBD. Menurutnya hampir sebagiann besar lahan jagung merupakan lahan sawah tadah hujan yang tidak ditanami pada di musim tanam kedua 2020. “Kita manfaatkan kelembaban tanah sawah untuk ditanami jagung,” tambahnya.

Baca Juga :  Pulang dari Bali, Dokter Puskesmas Pasir Panjang Positif Korona

Sedangkan persawahan yang selama ini mendapat pasokan air dari mata air dan juga sungai yang tidak mengalami kekeringan saat kemarau, tetap menanam padi. Pemerintah juga akan menyiapkan sumur bor di beberapa wilayah.

John memastikan produksi padi di musim tanam kedua bakal berkurang, karena itu, pemerintah memaksimalkan seluruh potensi yang ada untuk ditanami, selain jagung dan padi, juga ditanami tanaman hortikultura. (*/mi)

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *