Nakertrans Kota Kupang Latih Warga Cuci Motor dan Tambal Ban

  • Whatsapp
Ilustrasi Tambal Ban

Kupang–Sebanyak 16 warga Kota Kupang mengikuti pelatihan otomotif yang digelar Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Nakertrans) Kota Kupang

“Jenis kegiatan yang difokuskan pada pendidikan dan pelatihan otomotif yaitu keterampilan cuci motor dan tambal Ban,” kata Kadis Nakertrans Kota kupang Yeri Padji Kana pada acara penutupan pelatihan tersebut, Senin (16/5)

Program Peningkatan Kualitas dan Produktifitas Tenaga Kerja ini dalam rangka mengurangi angka pengangguran di Kota Kupang, berlangsung selama satu bulan, mulai 14 April-15 Mei 2016. Pelatihan digelar di UPT Pelatihan Tenaga Kerja dan Transmigrasi NTT.

“Peserta yang mengikuti pelatihan ini adalah usulan dari kelurahaan maupun kecamatan. Kegiatan ini untuk memberdayakan masyarakat penganggur dan setengah penganggur agar memiliki potensi yang produktif dan bisa berpengaruh terhadap roda perekonomian di Kota Kupang,” ujarnya.

Baca Juga :  TPDI Se-NTT Bahas Strategi Pengendalian Inflasi

Sekretaris Daerah Kota Kupang Bernadus Benu persoalan muncul jika pertumbuhan tenaga kerja tidak dibersamaan dengan pertumbuhan lapangan kerja. “Saat tenaga kerja tumbuh dengan cepat sedangkan lapangan kerja bertumbuh dengan lambat akan mengakibatkan peningkatan pengangguran,” ujar Benu.

Benu mengatakan pemerintah Kota Kupang berupaya melahirkan program-program pelatihan bagi warga agar mereka memilki kemampuan dan pengetahuan sehingga menciptakan pekerjaan bagi dirinya sendiri.

“Selama satu bulan, teman-teman diberi kemampuan dan keterampilan itu merupakan modal. Aspek kedua ialah peralatan, kemudian modal dan keberanian. Ada orang yang punya kemampuan, modal dan peralatan ternyata gagal dalam mengembangkan usaha karena tidak punya keberanian untuk terus melangkah dalam persaingan yang begitu ketat,” jelasnya.

Baca Juga :  BMKG Buka Sekolah Lapang Iklim di Nekamese

Rohi Robinson Leba, dalah satu peserta mengatakan banyak pengetahuan yang diperoleh selama pelatihan ini. “Kami dapat terlalu banyak pengetahuan dari yang kami sudah tahu sebagian menjadi lebih tahu lagi,” ungkapnya. (rr)

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *