Musim Kemarau di NTT Mulai Maret

  • Whatsapp
Foto: Gamaliel
Foto: Gamaliel

Kupang—Lintasntt.com: Sebagian wilayah Nusa Tenggara Timur (NTT) diprakirakan memasuki musim kemarau mulai pekan kedua Maret

Dari dari itu semua, persediaan air untuk persawahan maupun air bersih untuk kebutuhan warga akan terganggu.

Daerah yang permulaan musim kemarau lebih cepat terdapat di tujuh Zona Musim (ZOM), meliputi Kabupaten Sikka bagian utara, Flores Timur bagian utara dan barat laut, Solor, Lembata, Alor, Pantar, Sabu, Kota Kupang, dan bagian barat Kabupaten Kupang, Sumba Timur dan Sumba Tengah bagian utara.

Kepala Seksi Observasi dan Informasi Stasiun Klimatoligi Lasiana Kupang Apolinaris Samsudin Geru mengatakan curah hujan awal sampai pertengahan Maret masih normal. Namun mulai dasarian II kemarau akan melanda daerah tersebut.

Baca Juga :  Partai Demokrat Menolak Pelemahan KPK

Penurunan curah hujan terlihat sejak Februari seperti adanya deret hari kering antara 4-5 hari. Pada awal April, hampir seluruh wilayah NTT sudah kemarau, kecuali Ruteng, ibu kota Kabupaten Manggarai yang masih turun hujan sampai Mei. “NTT selalu mengalami gangguan iklim jadi ada sedikit hari kering dan itu karakteristik daerah ini,” ujar Apolinaris di Kupang, Kamis (5/3).

Selain itu sesuai analisis hujan di NTT, umumnya berkisar antara 100-200 milimeter (mm) per hari, berbeda dengan hujan di Ruteng mencapai 624 mm per hari. Curah hujan di sejumlah wilayah seperti Wairiang, Kabupaten Lembata 132 mm per hari, dan Waepana, Kabupaten Ngada 199 mm per hari. Dibandingkan dengan rata-rata 30 tahun terakhir, curah hujan di Wairiang 195 mm per hari, dan curah hujan di Waepana 375 mm per hari. (gama)

Baca Juga :  Video Promosi Pariwisata Indonesia menjadi Juara UNWTO

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *