Menunggu Surat Jokowi Selesaikan Pencemaran Laut Timor

  • Whatsapp
Ledakan Ladang Minyak dan Gas Montara 21 Agustus 2009/Foto: YPTB

Kupang – Petaka tumpahan minyak Montara di Laut Timor telah memasuki tahun ke-11. Musibah itu terjadi 21 Agustus 2009.

Kini, rakyat Nusa Tenggara Timur (NTT) sedang menunggu surat dari Presiden Joko Widodo kepada Perdana Menteri Australia Scott Morrison agar kasus ini segera diselesaikan.

Read More

Penyelesaian kasus tumpahan minyak Montara bersama Satuan Tugas Montara yang dibentuk Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Luhut Binsar Pandjaitan sejak 3 tahun lalu.

“Kami rakyat Nusa Tenggara Timur meminta sebuah surat dari Presiden Joko Widodo sangatlah memiliki alasan kuat, yakni pada pemilu 2019, kami semua dengan penuh semangat memberikan seluruh hak suara kami untuk mendukung Joko Widodo dan ternyata dukungan kami yang tertinggi di seluruh Indonesia mencapai 90 persen suara,” kata Ketua Tim Advokasi Rakyat Korban Montara, Ferdi Tanoni di Kupang, Senin (29/6/2020).

Baca Juga :  Ferdi Tanoni: Bukti Australia Menutupi Tumpahan Minyak di Laut Timor

Satuan Tugas Montara bentukan Luhut Binsar Pandjaitan itu terdiri dari lima orang yakni Purbaya Yudha Sadewa (Ketua) dan anggota Prof. Hasjim Djalal, Admiral Fred Lonan, Dirjen AHU Kemenkumham Cahyo Muzhar dan Yayasan Peduli Timor Barat Ferdi Tanoni.

Pada waktu itu, lanjut Ferdi Tanoni, mantan agen Imigrasi Australia ini bahwa Komisi Pemilihan Umum (KPU) menggelar rapat pleno rekapitulasi hasil penghitungan dan perolehan suara tingkat nasional dalam negeri dan penetapan hasil pemilu 2019 untuk Provinsi Nusa Tenggara Timur.

Hasilnya,pasangan calon presiden dan wakil presiden nomor urut 01 Joko Widodo-Ma’ru f   Amin menang atas paslon nomor urut 02 Prabowo Subianto-Sandiaga Uno di NTT.

Berdasarkan hasil rekapitulasi dan penetapan hasil penghitungan suara,Jokowi-Ma’ruf mendapat 2.368.982 suara. Sedangkan Prabowo-Sandi mendapat 305.587 suara. “Untuk NTT sah, ya,” ujar pimpinan rapat Ilham Saputra di Gedung KPU, Jakarta Pusat, Selasa (14/5/2019).

Baca Juga :  Korban Montara Tuntut Kerja Sama, Bukan Minta Bantuan Australia

Selisih perolehan keduanya mencapai 2.063.395 suara. Jumlah pemilih di NTT sebanyak 3.500.489 orang. Dari suara yang masuk, sebanyak 43.895 suara tidak sah. Sehingga, jumlah surat suara sah 2.674.569.

Dengan hasil pemilihan ini kami rakyat korban petaka Montara di Laut Timor yang tersebar di 13 Kabupaten dan Kota meminta dengan hormat agar permohonan kami kepada Presiden Joko Widodo beberapa waktu lalu untuk berkenan segera menandatangani surat yang ditujukan kepada Perdana Menteri Australia Scott Morrison bisa segera terealisasi.

“Saat ini kami rakyat korban sangat menderita akibat perbuatan tidak manusiawi yang dilakukan Pemerintah Australia.Kami berharap agar dalam minggu yang baru ini sudah bisa menerima sebuah berita positif dari Presiden Joko Widodo tentang permohonan surat yang telah kami ajukan tersebut,” kata Ferdi Tanoni. (*)

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *