Mendag Minta Peternak Integrator Suplai Telur dan Daging Ayam ke Pasar

  • Whatsapp
Menteri Perdagangan (Mendag) Enggartiasto Lukita memantau pasokan dan harga bahan kebutuhan pokok di Pasar Kasih, Kelurahan Naikoten 1, Kupang, Nusa Tenggara Timur, Sabtu (27/5). Foto: Lintasntt.com

Kupang–Menteri Perdagangan (Mendag) Enggartiasto Lukita mengatakan harga telur dan daging ayam jelang lebaran masih tinggi, namun di sejumlah daerah di Jawa, harga dua komoditas itu sudah turun.

Harga daging ayam dan telur turun setelah adanya tambahan pasokan dari peternak integrator (perunggasan besar terintegrasi). Sebelumnya sesuai aturan, peternak integrator dilarang menyuplai daging ayam dan telur langsung ke pasar.

Read More

Harga telur dan daging ayam naik sejak dua pekan lalu lantaran pasokan ke pasar berkurang.

“Kita sudah minta seluruhnya, bukan hanya peternak mandiri tetapi integrator juga sudah menyuplai,” katanya kepada wartawan seusai memantau pasokan dan harga bahan kebutuhan pokok di Pasar Tradisional Kasih dan Oeba di Kupang, Nusa Tenggara Timur, Sabtu (26/5).

Baca Juga :  Menteri Susi Akan Bangun Pangkalan Pendaratan Rumput Laut di Sumba

Mendag minta gubernur bersama dinas perdagangan provinsi bersama dinas perdagangan kabupaten dan kota sama-sama menjaga harga bahan kebutuhan pokok tetap stabil seperti saat ini dengan cara setiap hari memantau harga dan suplai komoditas pangan. “Kalau harga naik dan pasokan turun, langsung didrop,” ujarnya.

Sesuai pantauan di Pasar Kasih, Kelurahan Naikoten 1, harga telur berkisar antara Rp54.000-Rp55.000 per papan isi 30 butir, atau naik dari harga sebelumnya Rp48.000-Rp50.000 per papan.

Adapun harga bahan kebutuhan lainnya seperti daging sapi dijual antara Rp80.000-Rp90.000 per kg, bawang merah Rp35.000 per kg, dan bawang putih Rp40.000 per kg, sedangkan persediaan beras saat ini cukup untuk 3-4 bulan. “Suplai daging oke dan harga bawang merah dan bawang putih di satu tempat dan tempat lain berbeda tetapi masih di dalam batasan wajar,” ujarnya.

Baca Juga :  Gubernur NTT Marah, Tarif Listrik Industri Naik Dua Kali Lipat

Santi Mandala, penjual telur di Pasar Kasih mengatakan harga telur naik karena adanya penaikan harga oleh distributor.

Kepada Mendag, Santi mengatakan pedagang ingin harga bahan kebutuhan pokok termasuk telur stabil sehingga permintaan pun kembali stabil. “Kami maunya harga barang murah supaya pembelinya banyak. Kalau harga barang mahal, permintaan kurang,” kata Dia.

Di pasar yang sama, pedagang daging ayam Sumarliah mengatakan harga komoditas tersebut melonjak sejak dua pekan lalu. Daging ayam ukuran besar naik dari Rp18.000 per kilogram menjadi Rp24.000 per kg, dan daging ayam ukuran kecil naik bervariasi antara Rp26.000-Rp27.000 per kg dari harga Rp20.000 per kg.
(gma/sumber: mi/palce amalo)

 

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *