Mantan Kapolda NTT Dukung Prabowo-Gibran, Ini Alasannya

  • Whatsapp
Irjen (Purn) Johni Asadoma/dok

Kupang – Mantan Kapolda NTT Irjen (Purn) Johni Asadoma memberikan dukungan untuk pasangan calon presiden Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka (Prabowo-Gibran) di Pilpres 2024.

Kepada wartawan di Kupang, Senin (5/2/2024), Asadoma menyampaikan dua alasan menjatuhkan dukungan untuk Prabowo-Gibran.

“Prabowo itu seorang patriot sejati, orang yang mengabdikan dirinya kepada masyarakat, bangsa dan negara dengan mengorbankan semua kepentingan pribadi. Salah satu contoh ialah Prabowo sudah dua kali kalah (Pilpres) dari Jokowi tetapi masih mau menjadi Menteri Pertahanan, itu merupakan salah satu sikap seorang patriot,” jelasnya.

Alasan kedua yakni, dengan menggandeng Gibran sebagai cawapres, otomatis pasangan ini siap meneruskan program-program pembangunan yang sudah dibuat oleh Presiden Jokowi.

“Membagun harus berkelanjutan, jika tidak, kita selalu memulai dari nol, dan ini tidak bagus, karena hal-hal yang bagus, tetapi oleh pejabat baru dianggap tidak bagus, membuat kita tidak bergerak maju tetapi bergerak mundur,” ujarnya.

Mantan Kepala Divisi Hubungan Internasional Mabes Polri ini juga mendukung Pilpres satu putaran. Menurutnya, pilpres satu putaran sangat logis untuk mengemat anggaran. Selain itu, meminimalisir potensi konflik sosial di masyarakat. “Jangan sampai terjadi, minimalisir dengan satu putaran,” sebutnya.

Pilpres satu putaran juga menghemat anggaran. Bayangkan, satu putaran pilkada menghabiskan anggaran sekitar Rp17 triliun. Anggaran sebesar itu bisa dimanfaatkan untuk pembangunan.

Survei yang dilakukan sejumlah lembaga survei, elektabilitas Prabowo-Gibran masih di urutan teratas, bahkan mendekati 50 persen pluas satu. Karena itu, dengan memilih Prabowo-Gibran, lanjutnya, suara masyarakat tidak terbuang sia-sia. Itu manfaat besar pilpres satu putaran, tetapi kalau pilpres dua putaran pun tidak ada apa-apa.

“Saya mengimbau mereka yang belum menentukan pilihan, jangan ragu-ragu coblos 02, yang ragu-ragu juga tetap cobls 02, tetapi mereka yang sudah mantap di 01 dan 03 silahkan lanjutkan,” ujarnya.

Maju Pilkada

Irjen (Purn) Johni Asadoma juga sudah menyatakan sikapnya terjun ke politik. Setelah 34,5 tahun mengabdi di Polri dan pensiun sejak awal Februari 2024, mantan pimpinan Kontingen Garuda Bhayangkara FPU Indonesia pertama di Darfur, Sudan, ini siap membangun NTT.

Namun, untuk menentukan apakah maju sebagai calon wali kota Kupang atau calon gubernur NTT, tergantung kondisi yang berkembang.

Pasalnya banyak faktor yang menentukan seseorang maju dalam pencalonan yaitu elektabilitas dan parpol pengusung. Untuk faktor elektabilitas meliputi tingkat popularitas, tingkat kesukaan dan tingkat keterpilihan. (*/gma)

Komentar ANDA?

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published.