Mabes Polri Tangkap Pegawai Imigrasi Kupang

  • Whatsapp
ILUSTRASI Salah Satu Pelaku Perdangangan Manusia yang Ditangkap di Kupang Beberapa Waktu Lalu. Foto: Gamaliel

Kupang—Bareskrim Mabes Polri menangkap BN, pegawai Kantor Imigrasi Kelas 1 Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT) karena diduga terlibat sindikat perdagangan manusia di daerah itu.

Dengan penangkapan tersebut, sampai Selasa (27/9) sudah dua pegawai Imigrasi Kelas 1 Kupang telah ditangkap diduga terkait kasus perdagangan manusia.

Kabid Humas Polda NTT Ajun Komisaris Besar (AKB) Jules Abraham Abast mengatakan BN adalah pejabat yang berwenang menyerahkan paspor kepada mendiang Yufrinda Selan, tenaga kerja Indonesia (TKI) asal Kabupaten Timor Tengah Selatan, NTT yang meninggal di Malaysia.

Sesuai aturan, BN yang merupakan salah satu pejabat di kantor tersebut berwenang menyerahkan paspor Yufrinda Selan. Namun identitas Yufrinda Selan yang sudah dipalsukan dalam paspor dengan nama Melinda Sapay, diduga diserahkan oleh bawahannya berinsial GM.

Baca Juga :  Dandim dan Anak Buah Hadang Bupati TTU

Adapun GM sudah ditangkap Polda NTT pada 1 September 2016.

“BN ditangkap pada 23 September 2016 jam 14.00 Wita di kantornya langsung diterbangkan ke Jakarta untuk menjalani pemeriksaan. Saat ini ia ditahan di Bareskrim,” kata Jules seperti dikutip Media Indonesia.

Menurutnya kasus mendiang TKI Yufrinda Selan ditangani oleh Bareskrim Mabes Polri, sedangkan GM terlibat kasus perdagangan manusia bernama Sarlin Agustina Jingi, ditangani Polda NTT.

Dalam keterangan Polda NTT sebelumnya, GM diketahui sebagai jaringan YLR, petugas Bandara El Tari Kupang yang sudah ditahan bersama 12 pelaku perdagangan manusia lainnya di Polda NTT.

Sedangkan YLR bekerja untuk PT CSA, perusahaan perekrut calon TKI di Medan, Sumatera Utara. Selama 2015-Juli 2016, YLR diketahui memberangkatkan 941 TKI ilegal menggunakan dokumen palsu meliputi kartu tanda penduduk, akta kelahiran, surat baptis, dan paspor. (sumber: mi)

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *