Lurah Liliba Dukung Pemkot Kupang Kaji Kembali Pelaksanaan Pesta

  • Whatsapp

Kupang – Lurah Kelurahan Liliba, Kecamatan Oebobo, Kota Kupang, Viktor Makoni, S.Sos, mendukung penuh sikap dan langkah Pemerintahan Kota Kupang Nusa Tenggara Timur untuk mengkaji kembali pelaksanaan pesta dimasa pelonggaran Covid-19 untuk mencegah transmisi lokal dan melindungi warga dari Pandemi mematikan ini.

“Jika itu tujuannya yaitu (putuskan transmisi lokal Covid19 dan lindungi warga) dengan mengkaji ulang pelaksanaan pesta yang kian marak di Kota Kupang akhir akhir ini, seiring dengan bertambahnya kasus Covid19 yang kini hampir mencapai 30 kadus, maka kami dukung penuh,” kata Lurah Makoni, usai memimpin rapat evaluasi tahunan kinerja RT/RW, LPM, Karang Taruna, Satgas Covid-19, Tim Tangguh Bencana tingkat kelurahan, di Aula SDI Liliba, Sabtu, (7/11).

Read More

Sikap dan kebijakan Pemerintahan Kota Kupang (meliputi pihak eksekutif dan legislatif serta unsur terkait didalamnya) itu, menurut Lurah Makoni itu, tentu bukan tanpa alasan mendasar.

Menurut Lurah yang membawa Kelurahan Liliba meraih predikat Kelurahan Tangguh Bencana itu, alasan mendasar versinya bahwa semakin bertambahnya kasus baik positif covid19 maupun kasus kematian akibat dampak dari Covid19 yang hingga 6 November 2020 mencapai 25 kasus dan semuanya transmisi lokal yang tersebar di 11 Kelurahan dalam Kota Kupang dengan jumlah kematian mencapai 7 orang sejak Maret 2019 atau awal mula adanya Pandemi ini di Kota ini dan akibatnya hingga awal November terkategorial dalam Zona Cokelat dan bukan tidak mungkin akan menuju Zona Hitam Covid19 dan sangat sangat memprihatinkan warga setempat, jika tidak cepat disikapi.

Baca Juga :  Poltekes Kupang Bantu APD-PHBS untuk Kelurahan Liliba

“Kalau situasi dan keadaan Covid19 di Kota Karang sudah seperti gambaran diatas, lalu tidak ada langkah langkah konkrit hanya karena masih tenggang rasa serta solider dengan pemerintahan diatasnya, maka yang susah adalah warga Kota ini,” kata Lurah Makoni, asal Alor Timur ini.

Meski demikian, Lurah Makoni yang teguh prinsip dan komitmen dengan terlebih dahulu berada di lapangan dan memilih sampah di lingkungan RT, mengedukasi warga untuk taat dan disiplin melaksanakan protokol COVID19 serta tulus berkarya tanpa pamrih melaksanakan Program Walikota Kupang itu, mengembalikan keputusan pada Walikota Kupang Dr Jefri Riwu Koreh, SH.MH.MM, selaku kepala daerah.

“Jadi kalau diminta pendapatnya sebagai kepala Kelurahan yang setiap saat bertemu dan berkomunikasi RT/RW sebagai ujung tombak pemerintah Kota, itu jawabannya yang diambil setelah mengelar rapat evaluasi akhir tahun tadi,” kata Makoni yang juga Ketua RW di Kelurahan Oepura.

Makoni yang saat itu didampingi Ketua LPM Apolonius Nurak, Bhabimkantibmas BrigPol, Andry À.P. Non atau akrab dengan Annon, Babinsa Liliba, Peltu (TNI/AD) Vincente A. Da Costa serta perwakilan RT/RW Kelurahan Liliba merasa senang dan bersyukur karena saat ini Kelurahan “Liliba” yang artinya “Banjir Besar” itu kembali menjadi zona hijau setelah sebelumnya pada September hingga Oktober 2020, masuk kategorial zona merah bersama Kelurahan tetangga yaitu Kelurahan Naimata, Kelurahan Penfui, Kelurahan Oesapa Selatan dan Kelurahan Oebufu yang sampai sekarang masih zona merah.

Baca Juga :  Positif Korona Pertama di NTT, El Umumkan Sendiri Statusnya Lewat Youtube

Sebelumnya, Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kota Kupang kembali mengumumkan ditemukan 24 kasus baru Covid-19 pada Senin (2/11/2020) di Kota Kupang. 24 Kasus baru itu terdeteksi merupakan transmisi lokal.

Itu pasalnya, pemerintah Kota Kupang akan mengkaji ulang pelaksanaan pesta baik di masyarakat maupun di gedung pertemuan.

Juru bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kota Kupang, Ernest S. Ludji, S.STP, M.Si menyebut ke-24 kasus baru itu tersebar di sejumlah keluarahan di antaranya Oesapa mencapai 13 orang, Sikumana 3 orang, Oetete 1 orang, Oebufu 2 Orang, Oebobo 1 orang, Alak 1 orang, Naikoten Dua 1 orang, Penfui 1 orang dan Nun Baun Sabu 1 orang yang diketahui meninggal pekan lalu.

Kami himbau kepada semua masyarakat dan pemangku kepentingan di Kota Kupang agar wajib menerapkan secara disiplin Gerakan 3M juga batasi pesta-pesta, dan syukuran-syukuran di masyarakat. Jaga kesehatan, istirahat yang cukup, konsumsi makanan yang bersih dan bervitamin, serta jaga kebersihan lingkungan,” katanya. (*/gma)

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *