Luncurkan ‘Hallo Kumham’ Kemenkumham NTT Menuju Wilayah Bebas dari Korupsi

  • Whatsapp
Peluncuran Hallo Kumham/lintasntt.com

Kupang – Kantor Wilayah (Kanwil) Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia (Kemenkumham) Nusa Tenggara Timur (NTT) meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat dengan meluncurkan ‘Hallo Kumham’ di Kupang, Senin (12/10).

Hallo Kumham merupakan saluran yang memudahkan publik memperoleh informasi layanan secara lengkap di kantor Kemenkumham melalui telepon, pesan singkat, WhatsApp, dan surat elektronik.

Read More

“Misalnya orang mau urus paspor atau urus indikasi geografis (IG) apa syarat-syaratnya, tidak usah datang ke kantor, cukup ditanya lewat Hallo Kumham,” kata Kepala Kanwil Kemenkumham NTT, Merciana Djone saat kegiatan peluncuran tersebut.

Menurutnya, saluran yang disiapkan tersebut juga menerima pengaduan dari masyarakat jika menemukan oknum menjanjikan atau meminta uang terkait dengan pelayanan di kantor tesebut.

Baca Juga :  Kebakaran di Ile Bura Dekati Gunung Lewotobi

Pada kesempatan tersebut, Merciana juga meluncurkan Maskot Kanwil Kemenkumham NTT, dan memaparkan capain kinerja kantor antara lain realisasi anggaran per 9 Oktober 2020 telah mencapai 73,26 persen. Menurut Merciana, kegiatan tersebut dalam rangka menuju satuan kerja Wilayah Bebas dari Korupsi (WBK) dan Wilayah Bebas Korupsi, Bersih dan Melayani (WBBM).

Untuk menuju WBK, pada Januari 2020, Kanwil Kemenkumham NTT sudah melakukan pencananganan zona integritas (ZI). “Komitmen kami menju WBK itu, kami pencanangan ZI dulu,” ujarnya.

Dia menyebutkan saat ini 16 dari 24 satuan kerja temasuk Kanwil Kemenkumham NTT sudah lolos penilaian tim internal untuk diajukan ke tim penilai nasional (TPN) di Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Kemenpan RB). “Kalau lolos menuju WBK syukurlah, jika tidak kami akan ajukan lagi tahun depan,” katanya.

Baca Juga :  Update Covid-19 NTT 18 April: 5 Meninggal, Positif 41 Orang

Menurutnya, seluruh instansi vertikal di NTT sudah mencanangkan zona integritas antara lain Badan Pusat Statistik, Badan Pemeriksa Keuangan perwakilan NTT. (mi)

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *