Lumpur Dingin Mirip Lapindo Muncul di Pulau Semau

  • Whatsapp
Ilustrasi
Ilustrasi

Kupang—Lintasntt.com: Semburan lumpur dingin mirip lumpur Lapindo terjadi di Desa Uiasa, Kecamatan Semau (Pulau Semau), Kabupaten Kupang, Nusa Tenggara Timur , Senin (2/3).

Semburan tersebut sudah berlangsung selama dua pekan tetapi belum ada penanganan dari pemerintah daerah setempat.

Frits, warga Pulau Semau mengatakan ketinggian semburan sekitar 1,5 meter, namun tidak tercium bau belerang. Lumpur yang menyembur dari perut bumi mengalir hingga radius 800 meter sehingga merusak tanaman pertanian sehingga warga khawtir musibah itu sama persis semburan lumpur Lapindo di Sidoarjo, Jawa Timur.

“Jika semburan lumpur tidak segera ditangani, akan mengancam permukiman penduduk,” ujarnya. Pasalnya lokasi pertanian yang terkena lumpur, hanya dipisahkan jalan raya dengan permukiman penduduk. Lumpur juga meluber sampai kebun sehingga merusak tanaman melon. Ketebalan lumpur sekitar satu meter. .

Baca Juga :  Kemenkes Hentikan Sementara Vaksin AstraZeneca Batch CTMAV547

Ia mengatakan awalnya terdapat tiga titik semburan, akan tetapi dua titik telah sudah tidak aktif. Hanya satu titik yang terletak di atas gunung, masih aktif. Musibah itu juga mengakibatkan tanah di sekitar permukiman penduduk retak.
Retakan tanah memanjang dari pusat semburan ke arah permukiman penduduk sepanjang 500 meter dengan kedalaman berkisar satu meter.

Menurutnya sebelum muncul semburan, terjadi bunyi gemuruh dari dalam tanah yang membuat warga takut. “Kami khwatir karena tidak ada penanganan lumpur dari pemerintah,” kata Dia.

Kendati semburan lumpur sudah berlangsung dua pekan, belum ada tanda-tanda penanganan oleh pemerintah. Warga minta pemerintah daerah merelokasi lokasi semburan sehingga tidak mengancam keselamatan warga.

Baca Juga :  BI dan Pemerintah Gelar Rakor Kedaulatan Pangan di Kupang

Sekretaris Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) NTT Abraham Jumina mengaku belum tahu terjadi semburan lumpur di Pulau Semau. “Kami akan cek luapan lumpur panas di Pulau Semau. Belum ada laporan,” kata Dia. (sumber: mediaindonesia/palce amalo)

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *