LPM Belo Tolak Jalan Hotmix di RT 20, Bukan Prioritas Musrenbang

  • Whatsapp
Kondisi Jalan Oelbikusi di RT 5 Kelurahan Belo/Foto: Liintasntt.com

Maulafa – Ketua Lembaga Pemberdayaan Masyarakat (LPM) Kelurahan Belo, Kecamatan Maulafa, Kota Kupang, Bayu Mauta, menolak pekerjaan ruas jalan hotmix di wilayah RW 01/ RT 20 yang sementara dikerjakan.

Menurut Bayu Mauta, yang ditemui Senin (9/5) di Belo, Penentuan titik ruas jalan di RT tersebut dilakukan sepihak oleh Dinas Pekerjaan Umum Kota Kupang tanpa berkoordinasi dengan pihak LPM dan diduga intervensi oknum warga lain di wilayah itu.

Read More

Titik Ruas jalan yang diketahui menggunakan sisa anggaran lebih proyek jalan di wilayah itu juga dikatakan Bayu Mauta bukan prioritas sesuai hasil Musrenbang.

Sesuai hasil Musrenbang kelurahan, kecamatan hingga kota, kata Bayu Mauta, titik pekerjaan jalan yang masuk skala prioritas berada di wilayah RT 05 yakni jalan Oelbikusi.

“Jalan Oelbikusi di RT 5 itu yang masuk skala prioritas sesuai hasil Musrenbang. Jalan Oelbikusi itu kondisinya parah, sangat urgen untuk dibangun karena kalau jalan itu di hotmix maka anak sekolah atau warga disitu yang mau ke sekolah, kantor lurah atau Pustu pakai kendaraan tidak perlu putar jauh lagi mereka bisa langsung lewat jalan Oelbikusi karena lebih dekat,” kata Bayu.

Selain masuk skala prioritas pekerjaan jalan Oelbikus kata Bayu, juga sudah pernah dijanjikan oleh wali kota Kupang saat bertemu warga setempat beberapa waktu lalu.

Baca Juga :  Bersih-bersih, 60 Warga Tanjung Priok Ikuti Program Padat Karya

Karena itu, Dia heran anggaran yang ada tidak digunakan untuk perbaikan jalan Oelbikusi, tetapi digunakan untuk ruas jalan di RT 20 yang menurut Bayu belum urgen untuk dibangun tahun ini.

“Saya dengar ada (oknum warga RT 20) yang datang ke dinas PU minta anggaran sisa dari kelebihan volume fisik itu dipakai untuk perbaikan jalan di RT 20 itu. Jalan di situ belum urgen untuk dibangun dibanding jalan Oelbikusi yang masuk skala prioritas dan dijanjikan pak walikota, kami minta titik pekerjaan diganti ke Oelbikusi dan pejabat yang tentukan titik untuk RT 20 itu perlu dievaluasi kinerjanya,” kata Bayu.

Ketua RT 05, Yohan Kefi yang ditemui mengatakan kondisi jalan Oelbikusi sangat parah karena sulit dilalui dengan kendaraan roda dua maupun roda empat. Ruas jalan itu merupakan akses cepat bagi warga yang ingin ke kantor lurah, pustu atau sekolah.

“Kalau dihotmix, maka kendaraan bisa lewat dan warga di bagian bawah lebih cepat ke kantor lurah, sekolah. Selama ini kalau pakai kendaraan warga harus memutar lebih jauh,” kata Yohan Kefi yang mengajak wartawan dan ketua LPM melihat langsung kondisi jalan Oelbikusi.

Baca Juga :  14 Tahun Terbunuhnya Munir, Polri Didesak Bentuk Tim Khusus

Di ruas jalan tersebut tampak bekas jalan cor beton dengan lebar sekitar satu meter yang sudah rusak tertutup belukar. Ada beberapa ttitik yang belukarnya sudah ditebas warga. “Ini warga swadaya tebas karena sebelumnya kita dapat informasi jalan ini mau dikerjakan tahun ini tapi sekarang kami dengar tidak jadi dikerjakan karena titiknya pindah di RT 20,” katanya.

Ia menambahkan, jalan Oelbikusi itu merupakan akses cepat bagi 50 KK yang bermukim di bagian bawah wilayah RT 05. Panjang ruas jalan tersebut yang rusak parah dan diperlukan perbaikan cepat diperkirakan mencapai panjang 100 meter.

Saat di lokasi ada sejumlah siswa SD yang melewati jalan itu dengan berjalan kaki. Rence Suan, Bastian Logo Radja dan Rando Salukh mengatakan mereka melewati jalur itu karena lebih dekat dan cepat untuk sampai ke rumah mereka.

“Kalau pulang kami jalan potong lewat sini, kalau pagi mau sekolah kami diantar orang tua pakai motor tapi itu putar jauh lewat bawah sana,” kata Bastian saat melintasi jalan itu bersama beberapa teman sekolahnya. Pihak terkait seperti dinas PU Kota belum berhasi dikonfirmasi soal penentuan titik tersebut. (Jmb)

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *