Korban Pencemaran Laut Timor Desak DPR Gelar RDP

  • Whatsapp
Ilustrasi Rumput Laut

Kupang–Korban kasus tumpahan minyak Montara 2009 mendesak DPR menggelar rapat dengar pendapat (RDP) tentang pencemaran Laut Timor yang sudah berlangsung selama tujuh tahun sejak 1999.

Desakan itu disampaikan Ketua Aliansi Nelayan Tradisional Laut Timor Haji Faren Mustafa kepada wartawan di Kupang, Selasa (27/9).

Read More

Faren mengatakan pencemaran laut Timor berlangsung selama bertahun-tahun, namun tidak ada perhatian serius dari pemerintah pusat.

“Bisa dikatakan pemerintah pusat tidak perduli sama sekali terhadap penderitaan rakyat NTT. Suara rakyat dan Pemerintah NTT seolah diabaikan dan tidak berharga di mata mereka,” tandas Mustafa.

Baca Juga :  Presiden Diminta Ambil Alih Kasus Pencemaran Laut Timor

Menurut Faren, DPR bisa menggelar rapat gabungan komisi yang dihadiri oleh pihak terakit seperti Menteri Perhubungan selaku Ketua Tim Nasional Penanggulangan Keadaan Darurat Tumpahan Minyak di Laut, Menteri Luar Negeri, Menteri ESDM, Menteri Kelautan dan Perikanan, Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan,Menteri Kesehatan serta Duta Besar Australia untuk Indonesia.

Ketua Yayasan Peduli Timor Barat (YPTB) Ferdi Tanoni mengatakan desakan rakyat NTT tersebut merupakan langkah yang benar dan tepat guna memacu percepatan penyelesaian kasus tumpahan minyak Montarac secara menyeluruh
dan komprehensip.

Menurutnya DPR sebagai representasi rakyat sudah semestinya bersinergi dengan Pemerintah Indonesia untuk segera bersikap secara tegas terhadap Sakandal Pencemaran Laut Timor 2009 yang ditutupi pihak tertentu bersama Pemerintah Australia.

Baca Juga :  Kota Kupang-Kabupaten Kupang Kerjasama Atasi Krisis Air

Saat ini Lebih 13.000 petani rumput laut telah mengajukan gugatan terhadap perusahaan pencemar Laut Timor PTTEP Australasia di Pengadilan Federal Australia di Sydney pada tanggal 3 Agustus 2016.

Sidang perdana kasus ini telah dibuka pada tanggal 22 Agustus 2016, namun menerut Dia, Pemerintah Indonesia tidak bergeming untuk membantu rakyatnya yang berjuang habis habisan untuk mencari keadilan. (MI)

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *