Komisi IV DPRD dan PLN UIW NTT Bahas Rasio Elektrifikasi

  • Whatsapp
Foto : PLN IUW NTT

Kupang–Komisi IV DPRD Nusa Tenggara Timur menggelar rapat bersama PT PLN (Persero) Unit Induk Wilayah (UIW) NTT berkaitan dengan Rasio Elektrifikasi (RE) di daerah itu, Kamis (26/02/2020).

Rapat dihadiri oleh Komisi IV DPRD Provinsi Nusa Tenggara Timur Ince Sayuna (Pimpinan DPRD Provinsi NTT), Agus Lobo (Ketua), Nelson Matara (Wakil Ketua I sekaligus Pimpinan Rapat), Refafi Gah (Wakil Ketua II), Boni Jebarus (Sekretaris), dan beberapa anggota DPRD lainnya.

Read More

General Manager PLN UIW NTT Ignatius Rendroyoko dalam paparannya menyampaikan kondisi Kelistrikan bahwa daya mampu pembangkit saat ini 330 MW, beban puncak 213 MW dengan cadangan daya 113 MW (34,2%), panjang transmisi 752,3 kms, JTM (Jaringan Tegangan Menengah) 8.297 kms, JTR (Jaringan Tegangan Rendah) 8.483 kms, gardu induk 315 MVA, 5.044 unit trafo dengan daya 373,67 MVA.

Berdasarkan luasan Wilayah kerja PLN UIW NTT dengan luas 248.718 kilometer persegi, 1.192 pulau, sudah berpenghuni 44 pulau, dan 29 pulau sudah berlistrik.

Baca Juga :  PLN NTT-DPD REI Bersinergi Perkuat Sistem Kelistrikan

Sedangkan Rasio elektrifikasi Provinsi Nusa Tenggara Timur saat ini sudah 86,36% dengan total 816.433 pelanggan dan Rasio desa berlistrik 3.086 (92,04%) dari 3.353 desa.

Untuk meningkatkan Rasio Desa Berlistrik (RDB) di tahun 2020, PLN akan melistriki 267 desa yang belum berlistrik dengan pembangunan PLTS untuk 42 desa, Tabung Listrik (TaLis) 24 desa, dan perluasan jaringan untuk 201 desa. Akan juga dibangun 6 PLTS di Sikka, Ende, Alor, Manggarai Timur, Sumba Timur, dan Sumba Barat.

Selanjutnya pembangunan PLTS dari pinjaman luar negeri untuk 19 desa di Manggarai Barat, Sumba Timur, Manggarai Timur, Ende, Sikka, Alor, Timur Tengah Selatan.

Tidak hanya itu, di tahun 2019 untuk tingkatkan RE NTT, PLN melalui program CSR (Corporate Social Responsibility) kepada 12.503 rumah tangga, lalu Melalui program OMOH (One Men One Hope) dimana semua pegawai PLN donasi sebesar Rp750.000 untuk membantu Pasang Baru Listrik kepada masyarakat yang tidak mampu sejumlah 800 rumah tangga.

Lalu turut serta Pemda Sikka membantu 1.725 pelanggan, dan Pemda Manggarai 600 rumah tangga, serta Kementerian ESDM 657 rumah tangga.

Sementara itu, Pimpinan Dewan Ibu Ince mengapresiasi PLN, “Terima kasih atas kinerja PLN yang sudah lebih baik bila dibandingkan dengan beberapa tahun lalu karena kami sudah merasakan perbaikan pelayanan yang sangat meningkat” ucapnya.

Baca Juga :  Terapkan GCG, PLN Raih Sertifikasi Anti-Manajemen Penyuapan

“Informasi dan data yang diberikan sangat baik dan mudah dipahami, harapannya apabila PLN ada kendala, bisa langsung berkoordinasi dan kita bersama mencari soslus,i”pungkasnya

Berkaitan dengan RE yang masih terus dikejar, beberapa tantangan juga ditanyakan terkait lokasi-lokasi tertentu yang sudah ada pembangunan jaringan listrik tetapi seperti di Sumba, Timor dan Flores antara lain Nggongi, Waejewa Tengah, Amfoang Tengah, Amfoang Timur, Fatuleu Barat, Takari, Kupang, Desa Naiolin Amanatun desa Satarlenda Waerobo, dan beberapa lokasi lainnya yang belum selesai.

Menanggapi hal tersebut Rendroyoko menyampaikan bahwa beberapa lokasi pelaksanaan pekerjaan pembangunan jaringan listrik belum selesai karena ketidakmampuan kontraktor dan saat ini sudah dilakukan pelelangan kembali sehingga pekerjaan dapat diselesaikan.

Selain itu, ada juga beberapa desa jaringan listrik sudah masuk namun masyarakat belum menikmati energi listrik karena ketidakmampuan membayar biaya penyambungan.

“Harapan kami sinergi antara Pemerintah, DPRD, dan masyarakat pada umumnya terus berlanjut untuk meningkatkan perekonomian yang lebih baik”tutup Rendroyoko. (PLN)

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *