Komisi IV DPR RI Apresiasi Inovasi Co-firing dan Pemanfaatan FABA di PLTU Ropa

  • Whatsapp
Foto: PT PLN

Jakarta – Anggota Komisi IV Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI), Julie Sutrisno Laiskodat mengapresiasi PLN yang telah melakukan inovasi dengan melakukan Co-Firing di Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) Ropa 2×7 Megawatt (MW).

“Ternyata PLN tidak hanya urus listrik. Keberadaan PLTU selain masyarakat butuh listrik, disini PLN dan Pemerintah melihat banyak potensi di daratan flores, khususnya sekitar PLTU Ropa,” tutur Julie.

Read More

Dalam program Co-Firing di PLTU Ropa, PLN mengganti bahan bakar berupa batu bara dengan 10 persen biomass yang diperoleh dari TOSS (Tempat Olahan Sampah Setempat).

Baca Juga :  Peneliti Temukan Kembali Keajaiban Dunia ke-8

Program Co-Firing merupakan bagian dari semangat pilar “green” dalam transformasi PLN. Co-Firing merupakan sebuah teknologi substitusi batubara dengan energi terbarukan pada rasio tertentu yang tetap memperhatikan kualitas bahan bakar sesuai spesifikasi teknis. “Kami terus mendorong penggunaan EBT, demi menyediakan listrik yang ramah lingkungan dan berkelanjutan,” ucap General Manager PLN Unit Induk Wilayah NTT, Agustinus Jatmiko.

PLN juga berharap program ini dapat memberdayakan masyarakat, khususnya untuk memproduksi bahan bakar biomasa.

“Harapan kami, biomass ini dapat diproduksi di sekitar PLTU Ropa, menggunakan bahan baku dari TOSS yang potensinya sangat besar, serta dapat memberdayakan masyarakat berperan dalam mengelola sampah di sumber menjadi energi seperti bahan bakar kompor yang dapat digunakan/kebutuhan rumah tangga lainnya,” tutup Jatmiko.

Baca Juga :  PLTU Ropa Alami Gangguan, Ende Defisit 2,4 Mw

Selain melakukan co-firing PLTU, PLN juga melakukan inovasi dengan mengembangkan pemanfaatan Fly Ash dan Bottom Ash (FABA) menjadi batako, paving blok dan produk bahan konstruksi ringan lainnya.

Alexander Mari Pasopande salah satu Tokoh Masyarakat di lingkungan sekitar PLTU Ropa mengungkapkan bahwa keberadaan PLTU memberikan manfaat kepada masyarakat disekitar PLTU, khususnya terkait pemberdayaan masyarakat.

“Sinergi antara pemerintah daerah dengan PLN untuk mendorong sirkuler ekonomi masyarakat dimana Bumdes yang merupakan UMKM menjadi tulang punggung pelaksana sinergi tersebut,” ucap Alexander. (pln/gma)

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *