KKB Serang Kantor Freeport, WNA Asal Selandia Baru Tewas

  • Whatsapp
Ilustrasi

Mimika– Seperti teroris yang membunuh orang tak berdosa layak disematkan kepada Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) di Papua.

Seperti hari ini, Senin (30/3) mereka melakukan aksi penyerangan ke kantor PT Freeport Indonesia di Kuala Kencana, Mimika, Papua dengan melakukan tembakan. Akibatnya satu orang pekerja meninggal dunia karena tertembak dan dua lainya terluka.

Read More

Dari ketiga korban itu satu orang dipastikan tewas, satu korban yang meninggal dunia akibat serangan KKB merupakan Warga Negara Asing (WNA) asal Selandia Baru berinisial GTW (57), meninggal dunia akibat terkena tembakan pada dada kiri tembus bagian belakang.

Baca Juga :  368 Orang Tewas Kecelakaan Lalulintas di NTT Selama 2013

“Jadi ada tiga korban, satu meninggal, dua luka-luka, satu yang meninggal besok akan di kirim ke New Zeland,” Kata Kapolres Mimika AKBP I Gusti Gde Era AdhinataEra kepada wartawan Senin (30/3).

Sementara itu, Era menambahkan, untuk korban luka yakni JB (50) asal Bugis, Makassar yang terluka perut bagian kanan dan paha bagian kanannya serta US (52) terluka lantaran timah panas menyasar bagian siku kanan dan punggung belakang masih dirawat di Klinik Kuala Kencana, Timika Papua.

“Saat ini kami tengah melakukan pengejaran terhadap para pelaku,” pungkas Era.

Berdasarkan informasi yang diperoleh, sekitar 14.15 WIT Satgas operasi Nemangkawi mendapat laporan penyerangan. Usai mendapat laporan, Satgas Nemangkawi bersama Satgas Amole dan Polres Mimika mendatangi TKP.

Baca Juga :  Wiranto Jalani Operasi di RSPAD Gatot Soebroto

Diduga, arah tembakan berasal dari sisi sebelah kanan Gereja Kuala Kencana. Kemudian, anggota Gegana Den B Pelopor melakukan pengejaran ke dalam hutan yang berada di Kuala Kencana, di mana menurut informasi saksi yang melihat, sebanyak delapan orang keluar ke jalan, tiga di antaranya membawa senjata laras panjang. (sumber: rmol.id)

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *