Kisah Son, Putra Daerah Pejuang Kelistrikan Baranusa

  • Whatsapp

Kalabahi – Baranusa yang terletak di Kecamatan Pantar Barat Laut, Kabupaten Alor, Nusa Tenggara Timur telah menikmati listrik dari PLN sejak tahun 2012. Pada tahun 2020 PLN meningkatkan pelayanan dari 12 jam menjadi 24 jam.

Kehadiran Listrik dimanfaatkan masyarakat untuk berbagai kegiatan penerangan, pendidikan dan kegiatan ekonomi seperti perikanan.

Read More

Untuk menyokong kelistrikan di Baranusa dengan luas wilayah 66,92 kilometer persegi, PLN telah menyediakan 6 mesin pembangkit dengan kapasitas 1,1 MW dan membangun Jaringan Tegangan Menengah (JTM) 58 kms, Jaringan Tegangan Rendah (JTR) 81 kms, 19 gardu yang melayani sebanyak 1.244 pelanggan.

Dibalik terangnya Baranusa, ada sosok Fredikson Aulu pejuang kelistrikan dari PLN NTT yang selalu sigap menjaga kehandalan pasokan listrik. Son, panggilan akrabnya adalah penanggung jawab di PLTD Baranusa yang telah berada di Baranusa selama 4 tahun. Son merupakan putra asli Baranusa yang mengabdi di PLN sejak tahun 2016.

Baca Juga :  Pelajar Kota Kupang Terima Paket Kuota Belajar 10 GB Rp10 dari Telkomsel

Bagi son, mengabdi di PLN dan ditempatkan di tanah kelahiran merupakan berkah yang jarang diterima oleh pegawai PLN. “Bagi saya bertugas di tanah kelahiran adalah berkah dan memiliki kesan yang berbeda dibanding bertugas di tempat yang lain. itu membuat saya memiliki kebanggan tersendiri walaupun bertugas di daerah terpencil dengan berbagai keterbatasan,” ucapnya.

Dalam melayani pelanggan, Son dibantu 4 orang tenaga operator mesin dan 4 orang tenaga Yantek (layanan teknik). Perjuangan son dan kawan-kawan memang tidak bisa dibilang mudah. Untuk sampai di Baranusa dari kota kabupaten Alor membutuhkan 3 sampai 4 jam perjalanan menggunakan perahu motor, bahkan bisa lebih jika cuaca tidak mendukung. Kesulitan utamanya pada musim hujan dan cuaca buruk yang menyulitkan jika mengirimkan BBM atau peralatan listrik yang dibutuhkan.

Dalam aktifitas sehari-hari dan interaksi dengan masyarakat sekitar mudah bagi Son karena budaya lokal yang sudah sangat dipahami dan akrab baginya. Tanggapan masyarakat pun terhadap pribadi dan kinerja Son cukup baik. Hal ini disampaikan Camat Pantar Barat Taslim Djou yang kediamannya berhadapan langsung dengan PLTD Baranusa.

Baca Juga :  Cegah Covid-19, Imigrasi Kupang Buka Layanan Pembuatan Paspor di Lippo Mall

“Untuk pak Son, kami masyarakat sangat membutuhkan kehadiran beliau ditengah-tengah masyarakat. Sebagai anak daerah, pelayanannya bersama teman-temannya sangat baik. Harapan kami agar kinerja PLN semakin baik, bahwa kami telah dilayani 24 jam dan sangat membutuhkan PLN 1 kali 24 jam karena sangat berpengaruh pada pertumbuhan ekonomi kami sangat baik”. Jelasnya.

Dukungan dari masyarakat sekitar sangat membantu Son dalam bekerja. Ditambah semangatnya untuk membantu membangun daerah asalnya lebih berkembang menjadi tantangan baginya dalam memberikan yang terbaik ditengah tuntutan layanan dari masyarakat.

“Memang sebagai pegawai PLN tidak mudah apalagi keinginan pelanggan untuk terus menyala tanpa padam sedikitpun menjadi tantangan kami. Sampai saat ini saya masih semangat dan senang bekerja disini sekaligus bisa mengabdi di tanah kelahiran untuk memberikan pelayanan yang terbaik dan maksimal untuk tanah kelahiran saya,” kata Son. (pln)

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *