Kinerja Pimpinan Baru BPD HIPMI NTT Diharapkan Sudah Terbukti dan Teruji

  • Whatsapp
Pendaftaran Calon Ketua Umum DPD Hipmi NTT/lintasntt.com

Kupang – Persaingan jelang Pemilihan Ketua Badan Pengurus Daerah (BPD) Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) NTT semakin memanas.

Ada dua kandidat yang bertarung pada pemilihan yang akan digelar awal Januari 2022 ini, salah satunya Yusak Benu, putra ketiga Mantan Rektor Undana Periode 1996-2005, Profesor Dr Agus Benu.

Read More

Dalam rilis yang diterima lintasntt.com, Yusak menegaskan keinginannya maju sebagai calon Ketua BPD HIPMI NTT untuk melanjutkan pelayanan dan kerja-kerja yang dilakukan sebelumnya.

Pengusaha muda, putra daerah dari Kota Kupang ini, juga tercatat sebagai CEO Garda Maritim dan mantan Ketua Garda Pemuda NasDem NTT. Saat ini Yusak menjabat sebagai Ketua Dewan Pembina Garda Pemuda NasDem NTT.

Yusak mengatakan, ia melihat HIPMI sebagai wadah baru yang bisa dipakai sebagai wadah yang lebih besar untuk berbuat bagi NTT.

“Saya dibesarkan dalam organisasi. Bentuk nyatanya adalah ketika kami melihat Visi Gubernur NTT tentang Ring of Beauty, maka Garda Maritim Group hadir dalam 2 tahun mendatangkan investasi setara Rp120 M yaitu 3 kapal yang datang untuk menjadi pilihan transportasi dan menjadi berkat bagi NTT,” tulisnya.

“Saya didapuk menjadi Ketua Asosiasi Desa Kreatif Indonesia (ADKI NTT) karena saya punya hati ingin membangun desa dimulai dari ekonomi kreatif dan UMKM. Kami bersyukur telah membuat satu Lounge bersama-sama dengan kongsi untuk menyediakan tempat untuk menampung dan memasarkan barang-barang UMKM. Bahkan lebih dari itu kami telah turun serta dalam memperbaiki kualitas, packaging yang lebih baik dan menggunakan pemasaran digitalisasi melalui Blibli.com,” ungkap Yusak.

Baca Juga :  TTU Gelar Napak Tilas Sejarah Kota Kefamenanu

Yusak maju bukan dengan tujuan dipilih saja, tetapi menawarkan apa yang sudah dikerjakan sebagai menjadi pilihan. Menang kalah itu hal biasa dalam kontestasi.

Sementara itu, Ketua BPC Korwil Timor dalam beberapa kali menawarkan dua kandidat calon ketua umum (caketum) memaparkan visi misi serta beradu gagasan. Hanya saja, penawaran itu tambahnya, belum mendapat respon dari calon ketua umum lainnya.

“Beberapa BPC yang memberikan dukungan bagi caketum Yusak mengatakan bahwa bagaimana mungkin seorang caketum maju dan berjanji ingin mengangkat marwah HIPMI NTT tetapi salah satu orang berada dalam struktur inti di pengurus yang lalu,” tanya Yusak.

Menurut Yusak, dalam sebuah diskusi bersama seorang anggota korwil dengan Ketua BPC, terungkap sejumlah dugaan penyimpangan AD/ART terkait pelantikan BPC.

Dia mencontohkan, untuk menjadi ketua BPC, sebelumnya harus tercatat sebagai pengurus selama tiga tahun, dan juga dugaan memiliki tidak kartu tanda anggota (KTA). “Tetapi begitu kontestasi BPD HIPMI NTT, AD/ART dipegang begitu kuat dan dikatakan tidak boleh dilanggar sedikitpun,” kesalnya.

Baca Juga :  Diserang Virus ASF, Ratusan Babi di NTT Mati

Mosi Tidak Percaya

Yusak mengatakan akan melayangkan mosi tidak percaya jika pemilihan calon ketua HIPMI diarahkan ke aklamasi dan calon tunggal.

“BPC mengatakan bahwa mereka tidak membela salah satu caketum tetapi mereka mau kontestasi ini berjalan dengan normal dan biarkan pertarungan ada di floor, dan bukan syarat administrasi,” katanya.

Menurut Yusak, jika aturan mau ditegakkan, SK hampir seluruh BPC NTT dibatalkan karena dilantik dengan melanggar AD/ART.

“Saya mau ingatkan ini Musdalub dan bukan Musda, kalau Musdalub artinya pengurus yang lama sudah tidak aktif maka ada carteker dari pusat dan ketika pilih ketua yang baru, siapapun bisa maju kontestasi karena pengurus yang lama juga sudah tidak aktif,” jelasnya.

“Pertanyaan simpel saja, saya yang sudah kader 4 tahun. Mau urus KTA selama ini saja tidak bisa karena siapa yang mengurusi kalau pengurus tidak aktif selama 3 tahun. Trus saya harus urus sendiri sekarang dan pengunguman berkas pendaftaran sebagai caketum itu baru di share di grup setelah pendaftaran ditutup,” kata Yusak.

Terkait persoalan tersebut, Yusak mengatakan akan bersurat ke gubernur NTT untuk menengahi masalah ini agar kontestasi berlangsung dengan baik dan benar. “Besok surat kami sudah di kirim ke gubernur NTT sebagai laporan Dinamika yang terjadi,” tegasnya. (*/rilis)

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *