Kerjasama Peternakan NTT-DKI Jakarta Mubazir

  • Whatsapp
Sapi di Kandang Milik PT Bumi Tirta di Oesao, Kecamatan Kupang Tmur siap dikirim ke Surabaya . Foto: Gamaliel

Kupang–Anggota DPRD Nusa Tenggara Timur (NTT) Leonard Lelo menilai perjanjian kerjasama di bidang peternakan bersama Pemerintah DKI Jakarta mubazir.

“Sejak awal saya yakin kerjasama peternakan bersama DKI Jakarta akan bermasalah, dan ternyata benar,” kata Leonard di Kupang, Kamis (3/2).

Ia mengatakan itu menyusul laporan sejumlah peternak kepada pimpinan DPRD NTT satu hari sebelumnya yang menyebutkan sekitar tiga perusahaan dari DKI Jakarta menguasai pengiriman sapi dari NTT ke Jakarta. Tiga perusahaan tersebut diduga terlibat dalam penetapan harga jual sapi.

Padahal tujuan kerjasama untuk mengembangkan peternakan di NTT untuk memenuhi kebutuhan daging sapi nasional.

Kerjasama bidang peternakan antara Gubernur NTT Frans Lebu Raya bersama Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama ditandatangani di Kupang pada 20 Desember 2014 dan disaksikan Presiden Joko Widodo.

Kerjasama tersebut antara lain meliputi pembibitan, penggemukan, dan pengolahan daging sapi.

Kerjasama diharapkan mampu mengembalikan kejayaan peternakan NTT. Pasalnya di era 1970an, NTT pernah mengekspor sapi hingga ribuan ekor ke Hongkong. Ketika itu Preiden mengatakan, setelah mengembalikan kejayaan peternakan sapi di NTT, impor sapi dihentikan.

“Kalau ada laporan intimidasi menyangkut harga, izin yang dipersulit dan ada keterlibatan aparat keamanan sudah mengindikasikan monopoli. Monopoli artinya tidak ada lagi demokrasi ekonomi sesuai Pasal 33 UUD 1945,” kata Leonard. (gma)

Komentar ANDA?

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published.