Kementerian PUPR Studi Kelayakan Jembatan Palmerah

  • Whatsapp
Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono bersama Ketua Komisi V DPR Fary Francis/Foto: Gamaliel

Kupang–Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono mengatakan pihaknya segera melakukan studi kelayakan (feasibility study/FS) proyek pembangunan Jembatan Palmerah.

Basuki mengatakan hal itu kepada wartawan di sela-sela kunjungan kerjanya di Kupang, Minggu, 1 Mei 2016.

Read More

“Tindak lanjut Heads of Agreement dari Belanda, kitai baru mau melakukan feasibility study tahun ini,” ujarnya.

Kepala Dinas PU Nusa Tenggara Timur Andre Koreh mengatakan studi kelayakan akan berlangsung antara 3-4 bulan. Setelah itu dilanjutkan lelang investasi yang dijadwalkan akhir 2016.

Baca Juga :  Gubernur NTT Tanda Tangan MoU Bangun Jembatan Palmerah Senilai US$ 400 Juta

Seperti diketahui Pemerintah Indonesia dan Belanda telah menandatangani Heads of Agreement di Belanda beberapa waktu lalu terkait investasi dalam beberapa proyek di Indonesia.

Salah satu proyek itu ialah Pembangunan Jembatan Palmerah yang menghubungkan antara Pulau Flores dan Adonara yang menelan anggaran sekitar US$ 400 juta. Konstruksi jembatan diperkirakan berlangsung antara 18-24 bulan. (gma)

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *