Kementerian ESDM Investigasi Persoalan Tambang Kali Noelbiboko

  • Whatsapp

Kupang – Inspektur Tambang kementerian ESDM wilayah provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) Kamis (20/1/2022) menemui sejumlah warga desa Pariti kecamatan Sulamu kabupaten Kupang.

Warga yang ditemui adalah warga terdampak banjir kali Noelbiboko di dusun 1 dan dusun 4. Alur kali Noelbiboko merupakan wilayah tambang galian C sejumlah perusahaan Pemegang IUP seperti PT. HMN, CV Metro dan CV. Karunia.

Kepala inspektur tambang wilayah NTT, Joice Dano sebelumnya mengatakan pihaknya telah menerima laporan dari warga setempat soal adanya aktifitas tambang perusahaan pemegang IUP yang diduga sebagai pemicu terjadinya banjir yang meluap masuk ke area permukiman warga beberapa dusun di desa itu.

Pantauan media ini di dusun 4, setelah memeriksa lokasi tambang sejumlah perusahaan, empat inspektur tambang melakukan wawancara langsung dengan warga terdampak banjir di wilayah itu. Mereka di antaranya Heri Yanto Manu, kepala dusun 4, Bung Gasper, Yabes Lau, Oring Kiuk dan beberapa warga lain.

Selain menemui warga terdampak, Inspektur tambang juga menemui pengawas CV Metro dan pemerintah desa Pariti.

“Kami sedang mencari tahu sebab akibat dari banjir yang masuk ke pemukiman warga. Sesuai laporan yang kami terima dugaannya ini akibat dari aktifitas tambang sejumlah perusahaan pemegang IUP,” kata seorang inspektur tambang sebelum mewancarai warga di rumah Yabes Lau.

Baca Juga :  Jelang Natal, Lonjakan Penumpang di Bolok Capai 5%

Dalam wawancara tersebut Heri Manu dan warga lainnya menyampaikan aktifitas tambang tersebut sudah dimulai belasan tahun lalu namun mereka tidak tahu persis waktu atau tahun penerbitan IUP. Yang pasti menurut mereka pada tahun 2012 itu aktifitas tambang sudah terlihat dan banjir mulai masuk menerjang rumah warga itu sekitar tahun 2014 atau setelah adanya aktifitas tambang.

Karena itu mereka menduga banjir terjadi karena aktifitas tambang yang tidak sesuai aturan pertambangan.

Disampaikan sejumlah warga sempat melakukan aksi dengan mengadukan persoalan tersebut ke DPRD maupun pemerintah kabupaten Kupang bahkan pihak DPRD dan Pemkab Kupang sempat turun lokasi dan melakukan pertemuan dengan warga dan para pemegang IUP namun persoalan tersebut tak terselesaikan.

Setelah aksi tersebut sejumlah perusahaan kata warga sempat melakukan kegiatan normalisasi sungai dengan membuat tumpukan material di sepanjang area tambang mereka yang menjadi titik masuk banjir ke permukiman warga namun upaya tersebut dirasa warga tak bisa bertahan lama karena banjir tetap menggerus tumpukan material yang ada.

Baca Juga :  Tetap Waspada, Tambah 140 Pasien Korona di NTT, 73 di Kota Kupang, 6 Meninggal

Warga menyampaikan mereka mulai kuatir saat intensitas hujan tinggi karena biasanya saat hujan lebat selalu terjadi luapan air yang masuk ke permukiman warga.

Di dusun 1, banjir tak hanya menerjang permukiman warga namun juga meluap menutupi badan jalan utama menuju ibukota kecamatan dan wilayah Amfoang.

Luapan banjir yang menutup dan merusak badan jalan di dusun 1 tersebut sering menghentikan arus transportasi karena ketinggian dan derasnya aliran air.

Disampaikan warga setelah banjir ada perusahaan yang menutup lubang dititik jalan yang rusak dengan material sirtu namun jalan akan kembali rusak ketika terjadi banjir lagi.

Persoalan banjir tersebut juga sudah pernah disampaikan warga ke pemerintah provinsi NTT akhir Desember 2021 sehingga pemihak pemprov NTT dalam hal ini dinas pertambangan menggelar pertemuan dengan inspektur tambang, pemegang IUP, kepala desa Pariti, namun tindaklanjut dari hasil pertemuan tersebut belum diketahui warga. (Jmb)

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *