Kementerian Desa Berdayakan 19.400 Desa Hutan

  • Whatsapp
 Dirjen Pembangunan Kawasan Perdesaan, Kementerian PDTT Johozua M Yoltuwu (kanan) dan Ketua Komisi V DPR Fary Francis (tengah). Foto: Gamaliel
Dirjen Pembangunan Kawasan Perdesaan, Kementerian PDTT Johozua M Yoltuwu (kanan) dan Ketua Komisi V DPR Fary Francis (tengah). Foto: Gamaliel

Kupang—Lintasntt.com: Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (PDTT) menyiapkan lahan bagi 50 juta penduduk yang bermukim di 19.400 desa di kawasan hutan.

“Mereka akan mengolah lahan untuk peningkatan ekonomi (keluarga) tetapi tidak merusak fungsi hutan,” kata Dirjen Pembangunan Kawasan Perdesaan, Kementerian PDTT Johozua M Yoltuwu kepada wartawan di Kupang, Rabu (18/3).

Menurutnya Kementerian PDTT sudah meminta izin Perum Perhutani untuk pengelolaan kawasan hutan tersebut, namun pengelolaan hutan hanya terbatas pada pembukaan kebun untuk ditanami tanaman umur pendek seperti jagung, umbi dan kacang. Tidak diperbolehkan menanan tanaman umur panjang seperti kopi, cengkih, atau kakao.

Pemberdayaan masyarakat tersebut sesuai amanat Undang-Undang (UU) Nomor 6 tahun 2014 tentang Desa yaitu meningkatkan kesejahteraan masyarakat desa.

Baca Juga :  NTT Butuh Teknologi Pertanian Atasi Perubahan Iklim

Sebagian besar penduduk di desa hutan adalah petani namun tidak memiliki lahan pertanian sebagai sumber penghidupan sehingga sulit mencapai hidup layak. Apalagi 20 juta di antaranya diketahui sebagai petani miskin.

Karena tidak memiliki lahan, yang kemudian menghambat mereka berkebun dan bertani dan memiliki penghasilan dari hasil panen untuk hidup layak. Ia mengatakan pemberdayaan masyarakat desa sesuai program Presiden Joko Widodo yakni membangun dari pinggiran atau desa.

Ketua Komisi V DPR Fary Francis mengatakan mendukung program desa hutan tersebut. “Kementerian Desa juga terus menjaga hubungan baik dengan masyarakat sipil sebagai komponen yang dilibatkan dalam pembangunan desa,” ujarnya (gama)

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *