Kemarau, Titik Panas Mulai Terpantau di Pulau Sumba

  • Whatsapp
Ilustrasi kebakaran lahan: Foto: lintasntt.com

Waingapu – Titik panas atau hotspot diduga akibat kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) terpantau di tiga kabupaten di Nusa Tenggara Timur (NTT) sejak Jumat (11/6/2021).

Sesuai laporan BMKG Stasiun Meteorologi El Tari Kupang, Agung Sudiono Abadi mengatakan titik panas terpantau di empat lokasi yakni Lembor di Manggarai Barat, Wewewa Timur di Sumba Barat Daya masing-masing satu titik, serta dua titik di Pandawai, Sumba Timur.

Read More

Tititk panas terpantau dengan Satelit Terra, Aqua, Suomi NPP dan NOAA20 oleh Lapan sejak 10-11 Juni 2021. “Tingkat kepercayaan titik panas di atas 80 persen,” ujarnya lewat keterangan tertulis.

Baca Juga :  Hotspot Mulai Terpantau di Pulau Sumba

Menurutnya, citra satelit hanya menilai anomali refleksitifias dan suhu sekitar yang diinterpretasikan sebagai titik panas, sedangkan penyebab adanya anomali tersebut tidak dapat dipastikan.

Titik panas yang muncul tersebut bertambah jika dibandingkan dengan titik panas yang muncul pada 7 Juni 2021 sebanyak satu titik di Kecamatan Laratama, Sumba Tengah.

Titik panas di wilayah NTT muncul bersamaan dengan musim kemarau dengan suhu udara antara 18-33 derajat celcius, kecuali suhu udara di Ruteng dan Bajawa antara 15-26 derajat celcius, dan kelembaban udara 50-90 persen, serta kecepatan angin antara 20-40 kilometer per jam.

Terkait kemarau, BMKG mengeluarkan peringatan dini potensi kebakaran lahan. Menurutnya, satelit akan mendeteksi anomali suhu panas dalam luasan satu kilometer persegi.

Baca Juga :  Tambah Lagi 1 Positif Korona di Ende, Kupang Kembali Zona Merah

Pada suatu lokasi, akan diobservasi 2-4 kali per hari, sedangkan wilayah yang tertutup awan, hotspot tidak dapat terdeteksi. Selain itu, kekeringan dan hembusan angin juga menjadi penyebab tidak langsung dalam sebaran titik panas. (mi/gma)

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *