Kelurahan Liliba Tutup Penyerahan Kunci Program Bedah Rumah

  • Whatsapp
dok

Kupang – Kelurahan Liliba, Kecamatan Oebobo, Kota Kupang menjadi kelurahan terakhir dari 4 kelurahan yang dikunjungi Wali Kota Kupang, Jefri Riwu Kore, Rabu (20/4/2022) petang.

Kunjungan wali kota ke Liliba untuk menyerahkan kunci program bedah rumah tahun anggaran 2022 bagi warga kurang mampu. Warga RT 05 / RW 02 pimpinan Ketua RT Yapson Nggebu dan ketua RW 02 Agus Eha, sejak siang sudah bersiap-siap menerima Walikota Kupang, Jefri Riwu Kore dan ibu serta rombongan dari Kota dan Kelurahan Liliba.

Lurah Liliba Viktor A. Makoni, S.Sos didampingi Ketua LPM, Apolonius Nurak, kepada media mengatakan khusus untuk kelurahan Liliba sudah ada 8 warga yang menjadi sasaran dari program bedah rumah layak huni bagi warganya sejak 2020 hingga 2022.

Dengan rimcian kata Lurah Makoni, rumah dengan ukuran 6×6 meter itu pada 2020 satu unit, 2021 empat unit dan 2022 sebanyak tiga unit. “Satu unit rumah dibantu dari Pemerintah Kota sebanyak Rp50 juta dan sisanya diswadayakan pemilik rumah dan warga dalam RT setempat serta bantuan tak terikat lainnya,” kata Lurah Makoni.

Sementara itu, Ketua LPM Kelurahan Liliba, Apolonius Nurak mengatakan, banyak warga Liliba yang mestinya layak untuk program ini, namun banyak yang tak penuhi syarat seperti tanah milik sendiri dibuktikan dengan sertifikat meski rumahnya berlantai tanah beratapkan alang alang atau daun lontar,” katanya.

Baca Juga :  Rumah Pintar 'Sonaf Soet Hinef' Rayakan HUT ke-5

Artinya Kata Ketua LPM Nurak, banyak warga yang rumahnya tak layak huni, tetap terbentur status rumahnya bukan milik, berbeda dengan janda mama Welmince Pou Sanda yang segera menempati rumah ini setelah menerima kunci dan perabot rumah dari walikota dan ibu Hilda Manafe yang juga anggota DPD RI Dapil NTT.

Camat Oebobo, Paulus Kajo Werang mengatakan dalam kecamatan Oebobo saat ini sekitar 43 unit rumah dibedah lewat program ini. Masih banyak memang warga yang kurang mampu untuk memiliki rumah layak huni, namun masih terkendala hak atas tanah yang bukan milik sendiri atau numpang diatas tanah orang lain.

Wali Kota Kupang Jefri Riwukoreh atas nama pribadi dan masyarakat Kota Kupang berterima kasih atas berkat ini melalui RT/RW, Lurah dan camat setempat telah mengusulkan kepada walikota kupang. “Sudah 110 lebih rumah warga kota yang dibedah, dengan syarat syarat,” katanya.

Baca Juga :  Jenazah TKI Korban Kapal Karam Tiba di Belu

Memang Pemkot saat ini melunak untuk syarat kepemilikan hak atas tanah, seperti diizinkan tuan tanahnya dan keterangan lain dapat dilayani.

Ia mengaku Agustus 2022 ini, akan berakhir masa jabatan, namun program ini terus berjalan dan program lainnya, yang telah direncanakan akan dilanjutkan oleh penjabat wali kota kupang yang sudah dikantongi Gubernur Viktor B Laiskodat.

Kegiatan berakhir dengan penghitungan pita palang rumah bedah itu dan ramah tamah bersama. Sebelum kembali, walikota bersama rombongan sempat meninjau Tempat Pembuangan Sampah Sementara (TPS) Tangguh 01 Liliba di Jln Taebenu, depan SDI Liliba.

Pada saat itu Wali Kota Jefri Riwu Koreh berjanji akan membantu 3 unit wifi untuk ditempatkan di lokasi TPS 01, TPS 02 di RT23 tepatnya di belakang tembok penginapan Poltekes Keperawatan dan samping tembok Poltekes Lingkungan RT49, RW08 Liliba agar secara online mengoptimalkan CCTV yang yang ada di sana.

Dengan adanya peralatan itu akan terus mengawasi warga membuang sampah di TPS, sesuai dengan ketentuan yang ada di dalam SK Lurah Liliba. (*)
*

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *