Kapolda NTT Kecam Aksi Kekerasan Terhadap Mahasiswa Papua di Kupang

  • Whatsapp
Kapolda NTT Irjen Johni Asadoma/lintasntt.com

Kupang – Kapolda Nusa Tenggara Timur (NTT) Irjen Johni Asadoma mengecam keras aksi kekerasan terhadap mahasiswa Papua di Kupang yang dilakukan oleh massa dari organisasi masyarakat (Ormas).

Tindakan main hakim sendiri itu dilakukan massa ormas saat belasan mahasiswa asal Papua menggelar aksi damai memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) Kemerdekaan Papua 1 Desember di Jalan Piet A Tallo, Kota Kupang, Kamis (1/12).

Tidak itu saja, Irjen Johni Asadoma menegaskan akan menindak tegas para pelaku tindak kekerasan terhadap mahasiswa tersebut. Tindakan main hakim sendiri itu tidak dibenarkan oleh hukum.

“Saya mengecam keras tindak kekerasan Ormas di Kupang terhadap mahasiswa Papua dan akan menindak tegas secara hukum para pelakunya,” tegas Irjen Pol Johni Asadoma di Kupang, Sabtu (2/12) malam.

Adapun aksi damai belasan mahasiswa itu untuk menyuarakan persoalan Hak Asasi Manusia (HAM) dan demokrasi di Papua. Bahkan, mereka juga menyuarakan sejumlah persoalan di NTT seperti rencana eksploitasi geothermal Wae Sano di Flores, Mereka juga menolak kenaikan tiket dan monopoli bisnis di Taman Nasional Komodo.

Para mahasiswa tersebut merupakan gabungan dari Aliansi Mahasiswa Papua (AMP) Kota Kupang, Forum Komunikasi Mahasiswa Papua (Fokmap) NTT dan Forum Rakyat Indonesia West Papua (FRI-WP).

Namun, saat aksi berlangsung, tiba-tiba dalam massa ormas sambil marah-marah dan berdebat dengan mahasiswa, berujung pemukulan yang mengakibatkan baju dari sejumlah massa aksi disobek paksa.

Salah satu mahasiswa pingsan karena dipukul. Ada juga yang menderita luka-luka, diamankan oleh angggota polisi.

Polisi yang mengamankan aksi damai itu mengimbau kepada ormas dan mahasiswa agar tidak melakukan tindakan yang melanggara hukum yang berdampak terhadap stabilitas keamanan dan ketertiban masyarakat.

Kupang – Kapolda Nusa Tenggara Timur (NTT) Irjen Johni Asadoma mengecam keras aksi kekerasan terhadap mahasiswa Papua di Kupang yang dilakukan oleh massa dari organisasi masyarakat (Ormas).

Tindakan main hakim sendiri itu dilakukan massa ormas saat belasan mahasiswa asal Papua menggelar aksi damai memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) Kemerdekaan Papua 1 Desember di Jalan Piet A Tallo, Kota Kupang, Kamis (1/12).

Tidak itu saja, Irjen Johni Asadoma menegaskan akan menindak tegas para pelaku tindak kekerasan terhadap mahasiswa tersebut. Tindakan main hakim sendiri itu tidak dibenarkan oleh hukum.

“Saya mengecam keras tindak kekerasan Ormas di Kupang terhadap mahasiswa Papua dan akan menindak tegas secara hukum para pelakunya,” tegas Irjen Pol Johni Asadoma di Kupang, Sabtu (2/12) malam.

Adapun aksi damai belasan mahasiswa itu untuk menyuarakan persoalan Hak Asasi Manusia (HAM) dan demokrasi di Papua. Bahkan, mereka juga menyuarakan sejumlah persoalan di NTT seperti rencana eksploitasi geothermal Wae Sano di Flores, Mereka juga menolak kenaikan tiket dan monopoli bisnis di Taman Nasional Komodo.

Para mahasiswa tersebut merupakan gabungan dari Aliansi Mahasiswa Papua (AMP) Kota Kupang, Forum Komunikasi Mahasiswa Papua (Fokmap) NTT dan Forum Rakyat Indonesia West Papua (FRI-WP).

Namun, saat aksi berlangsung, tiba-tiba dalam massa ormas sambil marah-marah dan berdebat dengan mahasiswa, berujung pemukulan yang mengakibatkan baju dari sejumlah massa aksi disobek paksa. Salah satu mahasiswa pingsan karena dipukul. Ada juga yang menderita luka-luka, diamankan oleh angggota polisi.

Polisi yang mengamankan aksi damai itu mengimbau kepada ormas dan mahasiswa agar tidak melakukan tindakan yang melanggara hukum yang berdampak terhadap stabilitas keamanan dan ketertiban masyarakat. (gma)

Komentar ANDA?

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published.