Kapal Wisata Tenggelam di Komodo, Dua Wisatawan Spanyol Selamat

  • Whatsapp
Ilustrasi Kapal Tenggelam

Labuan Bajo–Kapal Layar Motor (KM) Warisan Komodo GT 47 tenggelam setelah menabrak karang di manta point kawasan Taman Nasional Komodo (TNK) pada Sabtu (8/7/2017) pukul 15.35 Wita.

Nakhoda kapal bernama Mansur Saleh, tiga anak buah kapal (ABK), dan dua wisatawan asal Spanyol selamat dalam musibah tersebut.

Read More

“Usai melihat binantang komodo menuju pulau Karang Makar, sebelum masuk ke areal itu Parahu pinisi bermesin ini menabrak karang. Hal menyebabkan bagian bawah lunas kapal pecah kapal kemudian kemasukan air hingga miring lalu tenggelam beberapa saat setelah di penuhi air laut, ujar kapten kapal Nasrul Djudje yang turut menolong kapal naas itu.

Baca Juga :  Gunung Rokatenda di Palue Berstatus Waspada

Menurut Nasrul, untung saja peristiwa itu terjadi di tengah ramainya lalulintas sejumlah kapal angkutan wisata dari arah Labuanbajo menuju Pulau Padar dan Komodo. Termasuk kapal wisata yang melakukan diving di areal itu.

“Untungnya saat kejadian mereka beri alaran dan teriak minta tolong di kapal terdekat, sehingga tamu kapal itu diselamatkan termasuk tiga orang anak buah kapal bersama Nahkoda KLM Warisan komodo,” tutur Nasrul.

Perahu wisata yang naas itu belum berhasil di evakuasi lantaran masih banyak barang di dalam kapal karena kapal itu memiliki kebinatau ada lima kamar di dalamnya.

Selain itu,karam pas Posisi berada di atas karang atau batu besar, sehingga membutuhkan waktu untuk evakuasi. “Yang diutamakan keselamatan nyawa penumpang dan awak kapal, untungnya juga tidak ada yang teluka,” katanya.

Baca Juga :  Maumere Diguncang Gempa Berkekuatan 4,4 SR

Hamid, seorang saksi mata menyebutkan kapal itu masuk di jalur yang memang benar benar persis di atas terumbuh karang. Di areal tersebut ada celah yang memang agak dangkal.

“Mungkin mereka tidak perhatikan betul dikira dalam padahal dangkal,” ujar ABK kapal wisata itu yg turut membantu menyelamatkan dua wisatawan asing asal Spanyol. (sumber: media indonesia/john lewar)

 

 

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *