Kantor BPBD Kabupaten Kupang Masih Terus Didatangi Warga

  • Whatsapp

Kupang – Kantor Badan Penanggulamgan Bendacana Daerah (BPBD) kabupaten Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT) masih terus didatangi warga terkait realisasi bantuan dana badai siklon Seroja.

Senin (26/9/2022) sekitar pukul 10.00 Wita hingga pukul 12.00 Wita terlihat duduk berberkelompok di sisi depan, belakang dan samping kantor. Hampir semua di antara mereka memegang berkas dan ada yang menentang tas.

Mereka silih berganti datang maupun pergi meninggalkan area kantor yang berada di tengah area persawahan di wilayah Naibonat tersebut.

“Kami mengurus pencairan dana Seroja,” ujar salah seorang lelaki paruh baya yang duduk bersama empat warga lainnya di ruang tunggu kantor tersebut.

Salah satu ruangan terlihat dipenuhi warga yang duduk berderet mendengarkan penjelasan petugas kantor.

Sementara di belakang samping kantor juga tampak dipenuhi warga. “Itu mereka antri untuk proses administrasi pembuatan rekening dana,” kata salah seorang petugas yang sempat ditanyai disela sela kesibukannya.

Kepala BPBD kabupaten Kupang, Titus Tinenti, diruang kerjanya mengatakan sejak tahap pencairan dana beberapa pekan terakhir warga mendatangi kantor tersebut untuk mengurus administrasi pencairan dana. Soal klaim masalah diakui sudah nyaris tidak ada.

Dikatakan dari 11.036 KK korban bencana di kabupaten Kupang hingga tanggal 23 September kemarin pencairan dana sudah dilakukan melalui BRI sebanyak 3.735 KK/ rumah baik yang rusak berat, sedang maupun ringan.

“Sesuai enam SK bupati yang sudah terbit ada 6.000 warga yang sudah ada rekening. Dari jumlah itu sudah 3.735 yang sudah cair, untuk rusak berat yang ganti rumah posisi tanggal 23 (September) itu ada 78 rumah berat, rusak sedang 880 rumah, dan rusak ringan 2.777 kk, Kita masih proses SK berikutnya,” kata Tinenti yang menambahkan dalam pelaksanaan penyaluran dana tersebut pihaknya juga melibatkan aparat hukum untuk melakukan pengawasan pelaksanaan pembangunan di lapangan.

Sekitar 3000-an yang sudah cair itu kata Tinenti tersebar di sejumlah kecamatan. Pihaknya mempercepat proses pencairan agar bisa selesai tahun ini.

Ia juga menginformasikan kalau Dari verivikas dan validasi yang dilakukan ada terjadi perubahan status kerusakan rumah sejumlah warga. Ada yang pendataan awal terdata rusak berat namun kenyataannya hanya rusak sedang atau ringan.

Ada juga yang rusak sedang menjadi rusak ringan sehingga hal tersebut berpengaruh pada jumlah dana yang masuk ke rekeningnya.

Dari persoalan itu ia mengatakan ada terjadi kelebihan dana yang tersimpan di kas daerah sehingga kelebihan tersebut akan dioptimalkan pemanfaatannya dengan diusulkan lagi warga korban lainnya berdasarkan data BNBA (by name, by address) yang ada.

“Sisa dana yang tidak terpakai itu akan diusul untuk dioptimalisasi pemanfaatannya bagi korban yang terdaftar BNBA (by name dan by address),” katanya.

Total dana bantuan badai Seroja di Kabupaten Kupang sebesar Rp 229,9 miliar untuk 11.036 korban. (Jmb)

Komentar ANDA?

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published.